Berangkat Sekolah Pakai Perahu Karet

Berangkat Sekolah Menggunakan Perahu Karet

Adanya bantuan dari BPBD Garut membuat warga antusias. Anak-anak pun berangkat sekolah menggunakan perahu karet. Daripada memutar dan harus menempuh rute memutar 5x lebih jauh, atau 8x biaya angkot. Sebelumnya hanya menghabiskan 1500 sekali jalan, sekarang harus 10.000 sekali jalan. Warga berbondong-bondong menyeberang sungai Cimanuk menggunakan perahu karet tersebut.

Selepas putusnya jembatan bantuan dari Swiss pada tahun 2010 lalu, warga terkhusus anak-anak sekolah kesusahan dalan hal transportasi. Senin (26/9) lalu, mereka bahkan harus berdesak-desakan menggunakan mobil SAR FKAM untuk bisa mengikuti UTS hari pertama. Akhirnya, perahu karet dari BPBD Garut tersebutlah yang menjadi alternatif tercepat.

Berangkat Sekolah Menggunakan Perahu Karet, Antrian Padat

Karena ukuran perahu karet yang hanya bisa menampung 8 orang. Antrian pun memadat setiap paginya. SAR FKAM yang membantu penyebrangan setiap paginya harus bolak-balik hingga 5 kali. Sedangkan lebar sungai Cimanuk sendiri tak kurang dari 28 meter. Tak ayal, yang mendapat urutan terakhir pun tak bisa tepat waktu sampai di sekolah. Beberapa warga dan SAR FKAM pun berembug tentang solusi permasalahan ini. Solusipun ditemukan. Apa solusinya?

Bantuan donasi masih amat dibutuhkan untuk masa recovery. Kepedulian kita ringankan duka nestapa mereka.

  • Berangkat Sekolah Pakai Perahu Karet
  • Berangkat Sekolah Pakai Perahu Karet
  • Berangkat Sekolah Pakai Perahu Karet

POSKO SAR FKAM

Kampung Cijambe, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Karang Pawitan, Kabupaten Garut.

Salurkan donasi tanggap bencana anda:

Bank Syariah Mandiri 7002074286 an Yayasan Baitul Mal FKAM.
Call Center 0271 726 248
Konfirmasi transfer sms/wa +62 857 2516 7000

Posted in Uncategorized and tagged .