Jangan Bosankan Kami dari Kebaikan

Kalimantan Barat — Saya diamanahi untuk mengajar anak-anak di Masjid Al-Muhajirin Desa Sebadu. Jarak 10 km dari Masjid Baiturrahman Desa Sekilap, tempat dimana saya bertugas. Kebetulan mereka yang saya ajari ini semuanya keturunanan Melayu.

Hari pertama masuk, anak-anak begitu bersemangat menyambut kedatangan saya. Dari yang dijadwalkan mulai belajar pukul 14.00 WIB, setengah jam sebelumnya mereka sudah datang ke Masjid menunggu.

Di awal pertemuan setelah salam, saya selalu memulai dengan menanyakan kabar mereka.

“Bagaimana kabarnya adik-adik?” tanyaku.

“Baik pak Ustadz,” jawab mereka kompak.

Selanjutnya saya ajarkan kepada mereka,

“Adik-adik, nanti klo ustadz tanya kabar jawabnya Bi khoirin Walhamdulillah Allahu akbar, begitu ya ?”

“Ya Pak Ustadz,” jawab mereka sekali lagi.

Namun tak terasa 5 hari berjalan, setiap kali saya tanyakan kabar jawab mereka tatap sama.

“Baik Pak Ustadz.”

Dan untuk kesekian kali ketika mendengar jawaban mereka yang seperti itu, saya tanya mereka dengan sedikit mengerutkan wajah,

“Lupa lagi ya ?”

Mendengar tanyaku mereka hanya senyum cengar-cengir tanda kalau mereka memang benar lupa.

Heran saya, padahal itu sudah 5 hari berjalan mereka selalu saja lupa dan tak ada satupun yang ingat. Hal ini juga terjadi ketika saya ajarkan mereka doa penutup majelis. Karena mereka lupa, saya sampai harus mengulang sampai 5 kali di setiap pertemuan.

Saya jadi teringat obrolan dengan Pak Efendi, ketua Masjid Muhajirin yang kebetulan juga guru Agama Islam mereka di sekolah dasar. Saat kutanya beliau tentang kemampuan praktek sholat anak-anak, Pak Efendi menuturkan,

“Anak-anak memang agak sedikit susah untuk diajak menghafal. Satu doa saja mereka bisa menghabiskan waktu satu pekan atau lebih. Entah karena mereka tidak menghafal di rumah atau karena memang kesusahan dalam menghafal, ” jelas beliau.

Dalam hati saya mengatakan, “Mungkin benar kata Pak Efendi.”

Sudahlah, tidak mengapa. Bagi saya itu hanyalah masalah waktu dan seberapa besar kesabaran kita dalam mengajarkan. Saya hanya berdoa, semoga saya tak pernah bosan untuk terus mengajarkan dan semoga mereka juga tak pernah bosan untuk terus menghafal dan mengulang.

Sholihin Fahmi
Dai Ramadhan 1439 H di Kalimantan Barat

Posted in Dakwah Dan Pendidikan, Gallery Baitulmal, Uncategorized, Unik Pekan Ini Baitulmal and tagged , , , .