PRODIN FKAM

PRODIN FKAM 2016 : Bulukumba Menyapa

Perjalanan dakwah memang tak selalu mudah. Ini kisah keberangkatan saya menuju medan dakwah di Bulukumba, Abu Abdillah melaporkan.

Ditugaskan untuk berangkat ke Bulukumba dalam program PRODIN FKAM 2016 ini, saya berangkat dari airport Adisucipto bersama saudara seperjuangan di AAQ, Andrean Fahrudin yang bertugas di Enrekang, Sulawesi Selatan. Tiba di airport Hasanuddin Makassar sekitar pukul 20.50. Di situlah saya berpisah dengan saudara saya. Dia masih menginap di kota Makassar sebelum esoknya melanjutkan ke Enrekang, sedangkan saya langsung dijemput oleh mobil yang akan mengantarkan ke Bulukumba.

PRODIN FKAM BULUKUMBA

PRODIN FKAM BULUKUMBA

Pak Hamsa namanya, orang yang menjemput saya di airport. Kami keluar dari kota Makassar sekitar pukul 10 malam. Sembari bercerita, beliau mengatakan pernah tinggal juga di Balikpapan tahun 80-an, kota asal saya. Saya mendengarkan cerita beliau sambil terkantuk-kantuk. Lelah dan dingin yang saya rasakan ketika itu menyebabkan mata terasa amat berat. Tiba-tiba mobil berhenti.

Pak Hamsa menyampaikan kalau dia tidak bisa mengantar sampai Bulukumba, tapi beliau akan mencarikan mobil yang menuju ke sana. Jam menunjukkan pukul 12 ketika saya sampai ke tempat menunggu mobil. Kaget ketika berhenti tadi ternyata berakibat cukup parah. Saya tidak lagi bisa memejamkan mata ketika menunggu mobil. Terlebih, kepala terasa pusing dan berat tapi tak bisa tidur. Penantian berakhir pukul 2 dini hari. Mobil yang menuju Bulukumba datang, mobilnya seperti Avanza atau Xenia, saya tak sempat memperhatikan karena begitu lelahnya.

Ketika masuk ke dalam saya dikagetkan dengan jumlah penumpang yang ada. Mobil ukuran Avanza itu diisi 10 orang penumpang. Bisa dibayangkan bagaimana susahnya hanya untuk duduk pun. MasyaAllah, sungguh luar biasa pengalaman keberangkatan ini. Saya mendapat tempat duduk di pojok belakang, kebetulan penumpang yang duduk di belakang adalah perokok, lengkap sudah cobaan yang saya alami. Hehe.

Konon, angkutan semacam ini memang sudah lazim di Sulawesi Selatan. Semacam mobil pribadi, tapi digunakan untuk menangkut penumpang dengan trayek antar kota.

Sekitar pukul 6 sampailah saya di depan Stadion Kabupaten Bulukumba. Di sana sudah menanti Pak Haris, orang yang mengajukan permintaan dai di Bulukumba ini. Dikemudian hari banyak hal yang beliau lakukan untuk mendukung kelancaran dakwah saya di sini. Beliau pun mengantarkan saya ke Masjid Al-Mi’raj tempat saya bertugas nantinya. Masjid yang terletak di Jalan Poros Bocco Boccoe Dusun Paenre Lompoe Kec. Gantarang Kab. Bulukumba Sulsel.

Ada pengalaman menarik yang saya alami di hari pertama saya bertugas. Tepat sehari sebelum Ramadhan masuk. Tunggu kelanjutan kisahnya di laporan selanjutnya. Langsung dari Masjid Al-Mi’raj, Bulukumba.

Posted in Uncategorized and tagged , , , .