santunan anak yatim untuk sekolah

SAYANGILAH ANAK YATIM

Semenjak kewafatan orang tuanya, seorang anak pun bergelar anak yatim. Gelarnya tersebut bukan gelar yang prestisius. Bukan pula gelar yang membanggakan. Namun, gelar kedukaan. Semenjak itu pula, orang tua si anak itu pun tidak menemaninya, memanjakannya, mengajarinya, bercengkrama dengannya, atau yang lainnya.

Waktu yang berlalu mungkin menjadikan si yatim sudah biasa minus orang tua. Baying-bayang orang tua juga sudah tidak terngiang-ngiang sebagaimana saat awal. Namun demikian, seiring berlalunya kewafatan orang tuanya, tidak lantas persoalan-persoalan di anak yatim itu juga meninggalkannya. Bahkan bisa jadi yang ada adalah munculnya persoalan-persoalan baru. Karena, orang tua yang mengayominya, memberinya nafkah sudah tidak dengannya.

Sayangi anak yatim. Bila anak yatim harus bekerja, hal itu sangatlah berat. Ia hanyalah anak yang masih terlalu kecil untuk melakukan hal tersebut. Sementara itu, sangat kasihan sekali bila anak-anak yatim tidak terpenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

Berkenaan dengan keadaan anak-anak yatim ini, BaitulMal FKAM sangatlah peduli. Di tahun 2010, BaitulMal FKAM mengadakan Program Santunan Paket Sekolah 4000 Anak Yatim. Sementara itu, di tahun 2011, BaitulMal FKAM mengadakan Program Santunan Paket Sekolah 10.000 Anak Yatim. Adapun di tahun 2012 ini, BaitulMal FKAM menyelenggarakan Program Santunan 25 Ribu Unit Paket Sekolah Sayangi Anak Yatim.

Banyak sekali tentunya hal yang menyebabkan BaitulMal FKAM mengadakan perhelatan tersebut di atas. Antara lain adalah firman Allah SWT : “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.” (QS Al-Maa’uun: 1-3).

Serta termotivasi oleh sabda Rasulullah Saw : “Barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim karena Allah, maka baginya kebaikan yang amat banyak dari setiap rambut yang ia usap.” (HR. Ahmad dan Abu Umamah).

“Aku dan pengasuh anak yatim (kelak) di surga seperti dua jari ini.” (HR Bukhori). Dalam riwayat Abu Dawud dan Ahmad, Rasulullah sambil menunjuk jari telunjut dan jari tengah.

Posted in Program and tagged .