Berangkat Sekolah Pakai Perahu Karet

Siswa Kesulitan Ke Sekolah, SAR FKAM Buat Rakit

Jembatan putus karena Banjir Bandang Garut lalu mengakibatkan siswa kesulitan ke sekolah. Perahu karet yang sempat diperbantukan pihak BPBD kota Garut yang seyogyanya bisa mempermudah akses warga khususnya Desa Cijambe Kecamatan Karangpawitan menuju Desa Patrol Kecamatan Banyuresmi nampaknya kurang maksimal.

Hal ini dikarenakan kuota penumpang┬áperahu karet ukuran 2×1,5 m ini hanya bisa menampung 8 orang. Padahal ada lebih dari 50 anak sekolah yang setiap harinya harus menyeberang untuk sekolah. Jumlah itu belum termasuk warga sekitar yang aktivitas setiap harinya mengharuskan menyeberangi sungai Cimanuk. Warga dan SAR FKAM pun berembug mencari solusi. Solusinya adalah membuat rakit tambahan.

Membantu Siswa Kesulitan Ke Sekolah, Dibuat Rakit Tambahan

Tim SAR FKAM dibantu warga dan TNI bahu membahu membuat rakit untuk penyeberangan tambahan. Sebelumnya, rakit terakhir digunakan 6 tahun yang lalu. Tetapi sejak adanya bantuan jembatan dari Swedia pada tahun 2010 rakit sudah tidak dipergunakan lagi.

Tim dan warga sejak pagi memotong bambu berukuran 8M untuk dibuat rakit agar anak sekolah dan warga yang melintasi sungai tidak terlalu menunggu lama, sehingga anak sekolah juga tidak terlambat sekolah.

Mengingat arus sungai yang tak menentu, penyebrangan menggunakan rakit sebenarnya tidak 100 persen aman. Tapi cukup membantu memperlancar aktivitas warga, sembari menanti adanya bantuan jembatan yang entah darimana nanti akan datang.

Bantuan donasi masih amat dibutuhkan untuk masa recovery. Kepedulian kita ringankan duka nestapa mereka.

  • Siswa Kesulitan Ke Sekolah
  • Siswa Kesulitan Ke Sekolah
  • Siswa Kesulitan Ke Sekolah

POSKO SAR FKAM

Kampung Cijambe, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Karang Pawitan, Kabupaten Garut.

Salurkan donasi tanggap bencana anda:

Bank Syariah Mandiri 7002074286 an Yayasan Baitul Mal FKAM.
Call Center 0271 726 248
Konfirmasi transfer sms/wa +62 857 2516 7000

Posted in Uncategorized and tagged .