Pasca banjir pacitan

Kondisi Berbagai Lokasi Pasca Banjir Pacitan

Pacitan, Jawa Timur — Kondisi Dusun Jenggrik Desa Gayuhan Kecamatan Arjosari Pacitan, kondisinya rusak parah akibat terjangan material longsor. Tim berusaha masuk ke daerah tersebut guna mberikan bantuan paket sembako, mengingat dusun Jenggrik adalah salah satu dusun yang cukup sulit akses masuk nya sekitar 1,5 jam perjalanan dari kota Pacitan. Medan yang sulit serta minimnya informasi akan kondisi Desa ini membuat bantuan masuk ke Desa ini cukup minim.


Tebing setinggi kurang lebih 30 meter, lebar 20 meter longsor menimpa rumah milik Ibu Parti di Dusun Pengkok RT 02 RW 01 Desa Beruk. Kejadian diketahui pukul 15.30 sore saat daerah tersebut sedang diguyur hujan lebat, akibatnya satu rumah mengalami rusak berat dikarenakan tertimpa material longsoran dan satu korban luka yaitu pemilik rumah atas nama Ibu Parti (40), mengalami luka di bagian kepala.


pasca banjir pacitan

Tidak hanya membuat ribuan rumah hanyut dan ratusan rumah lain nya rusak, tetapi juga menghancurkan infrastruktur yang ada salah satunya jalan dan jembatan.

Seperti yang terjadi di obyek wisata Pantai Teleng Ria di Desa Sidoharjo, jalan di area wisata amblas sedalam 2 meter. Arus yang kuat serta banyaknya material yang terbawa banjir membuat muara sungai Grindulu di Teleng ini terkena imbasnya.

Saat ini obyek wisata Pantai Teleng Ria masih dibuka untuk umum, namun para pengunjung diminta kewaspadaannya agar tidak mendekat di lokasi yang terdapat tanah amblas. Untuk TKP sendiri saat ini sudah di pasang tali melingkar untuk mensterilisasikan area.


pasca banjir pacitan

Banyaknya sampah yang menumpuk pasca banjir Pacitan akan menjadi masalah tersendiri jika tidak sesegera ditangani. Sedikitnya jumlah angkutan sampah dan luasnya cakupan membuat pemerintah kota Pacitan tidak bisa merampungkan PR yang sedemikian banyak nya.

pasca banjir pacitan

SAR FKAM Search and Rescue dengan mobil Strada nya menyusuri gang gang sempit perumahan warga untuk membantu mempermudah pembuangan sampah bekas banjir yang menumpuk di pekarangan rumah mereka maupun sampah barang rumah tangga yang sudah tidak layak digunakan akibat terkena air dan lumpur.

Masyarakat Dusun Kembang Desa Sirnoboyo merasa senang dengan aksi Tim Relawan, pasalnya hanya sekali dump truk pemerintah yang lewat depan rumah mereka untuk mengangkut sampah yang ada, sedangkan sisanya masih sangat banyak.

Selain dikemudian hari akan menimbulkan penyakit, sampah juga membuat bau yang tidak sedap sehingga ini menjadi prioritas utama setelah pasca banjir yang melanda.

Posko Tanggap Bencana Banjir dan Longsor Kota Pacitan :
Jl. Veteran No 60 Barat Kantor Kalurahan Pacitan. CP Posko : 082313779729

Baitulmal FKAM mengajak anda dan masyarakat tumbuhkan kepedulian dan berdonasi untuk para korban bencana nasional.

Rekening Tanggap Bencana
Bank Syariah Mandiri 7002074286 a.n. Yayasan Baitulmal FKAM

Konfirmasi Setelah Anda Transfer Donasi

 

Verification

Pasca banjir pacitan - sar fkam

Pasca Bencana Banjir Pacitan

Sisakan Lumpur dan Sampah Pasca Banjir Pacitan
Pasca banjir pacitan - sar fkam

Pasca banjir menimbulkan berbagai pokok permasalahan diantara nya menyisakan lumpur dan sampah, tak terkecuali di Pondok Pesantren Al Anwar di Jalan KH Hasyim Ashari Desa Ploso Kecamatan Pacitan. Tim bersih bersih masjid (BBM) membantu membersihkan pondok pesantren yang di huni sekitar 200 santriwan santriwati.

Mulai dari ruang kelas, halaman hingga jalan depan pondok yang tertutup material lumpur yang cukup tebal. Sekitar 13 personal diterjunkan untuk membantu proses pembersihan agar kegiatan Ponpes bisa kembali aktif berjalan dan kondisi pasca banjir yang masih dirasakan sebagian santri bisa sedikit membantu mengurangi trauma mereka akan dashyatnya musibah banjir yang menerjang desa mereka.


Ratusan Komputer Sekolah Rusak Terendam Banjir

Pasca banjir pacitan - sar fkam

Pengkondisian komputer sekolah di SMP N 01 Arjosari. Ratusan komputer milik sekolah rusak terendam akibatnya proses belajar mengajar menjadi terganggu dan terhambat. Tidak hanya itu banjir 28 November yang lalu membuat kondisi sekolahan dan sekitar nya hancur dan menyisakan lumpur yang sangat tebal. Saat ini Guru dan Siswa bahu membahu membersihkan sudut sudut sekolahan agar proses belajar mengajar bisa segera dilakukan.


SAR FKAM Tanggap Giat Pasca Banjir Pacitan

Pasca banjir pacitan - sar fkam

Pasca banjir yang melanda Kota Pacitan 28 November yang lalu menyisakan puing puing reruntuhan bangunan serta sampah yang menggunung dimana mana, tak terkecuali masjid yang merupakan sarana tempat ibadah kondisinya kotor dan bau.

Konsentrasi warga tentulah utamanya membersihkan rumah rumah mereka, sedangkan masjid, sekolahan, serta perkantoran adalah sarana umum yang tentunya juga tidak bisa dilupakan dan harus segera mendapat penanganan kebersihan.

Delapan hari sudah Tim bersama warga saling membantu membersihkan jalan dan selokan yang terdapat lumpur juga puing puing kayu. Ada yang terjun di pencarian dan evakuasi korban, sebagian membantu membersihkan masjid. Kali ini Tim membersihkan masjid Al Irsyad di Desa Arjowinangun Kecamatan Pacitan Kota Pacitan.

Bermodalkan satu buah mesin pompa air, cangkul dan pel, Tim bahu membahu membersihkan sudut sudut masjid dari ruangan masjid dan mimbar, tempat wudhu hingga toilet. Itu semua kami lakukan agar masyarakat khususnya di Desa Arjowinangun bisa nyaman dalam beribadah setelah pasca diterjang banjir beberapa waktu yang lalu.

Baitulmal FKAM mengajak anda dan masyarakat tumbuhkan kepedulian dan berdonasi untuk para korban bencana nasional.

Bank Syariah Mandiri 7002074286 a.n. Yayasan BaitulMal FKAM.
Mohon menambahkan nilai 800 pada digit terakhir nominal transfer anda, untuk memudahkan verifikasi peruntukan donasi.
Konfirmasi Donasi Terbaik Anda, Klik Donasi Tanggap Bencana Nasional
 
Update Terkini, klik: SAR FKAM Search and Rescue
Hotline: 0851-2498-1234

Follow Us:

Instagram: @baitulmal_fkam
Facebook: @baitulmalfkam
Twitter: @baitulmalfkam

Konfirmasi Setelah Anda Transfer Donasi

 

Verification

SAR FKAM - BANJIR PACITAN

TANGGAP BENCANA BANJIR PACITAN

Selasa (5/12/2017) Korban ke 25 ditemukan di Dusun Wawaran Desa Sidomulyo Kecamatan Kebonagung. Dengan ini genap sudah operasi pencarian dan evakuasi ke dua puluh lima korban bencana banjir dan tanah longsor di Pacitan Jawa Timur. Semua unsur potensi dilibatkan dalam proses pencarian korban, mulai dari Basarnas, BPBD, TNI, AGL, SAR FKAM, Rendan, SAR MTA, SAR Surabaya, Wanadri, Mapala Unisi.

Baitulmal FKAM mengajak anda dan masyarakat tumbuhkan kepedulian dan berdonasi untuk para korban bencana nasional.

Bank Syariah Mandiri 7002074286 a.n. Yayasan Baitul Mal FKAM.
Mohon menambahkan nilai 800 pada digit terakhir nominal transfer anda, untuk memudahkan verifikasi peruntukan donasi.
Konfirmasi Donasi Terbaik Anda, Klik Donasi Tanggap Bencana Nasional
 
Update Terkini, klik: SAR FKAM Search and Rescue
Hotline: 0851-2498-1234

Follow Us:

Instagram: @baitulmal_fkam
Facebook: @baitulmalfkam
Twitter: @baitulmalfkam

DUA JENAZAH KORBAN BANJIR PACITAN DITEMUKAN

SAR FKAM - BANJIR PACITAN

Senin, 04/12/2017 dua jenazah korban longsor di RT 03 RW 08 Dusun Gemah Desa Getro Kecamatan Tulakan kembali ditemukan. Adapun identitas kedua korban meninggal tersebut diketahui bernama Sirto (70) dan Sipon (65) yang tak lain sepasang suami istri.

Sebelumnya, Tim SAR terkendala pencarian dua korban yang tertimbun bersama satu ekor sapi tersebut. Sampai Minggu sore, tim evakuasi belum juga menemukan korban, hal ini di karenakan rumah korban tertutup batu berukuran besar. Sedangkan tim menggunakan alat manual karena alat berat tidak bisa masuk ke lokasi bencana.

Dengan ditemukannya dua korban di Desa Getro Tulakan ini total seluruh korban meninggal dunia yang sudah diketemukan 22 jiwa dari total 25 korban longsor maupun banjir di Kota Pacitan.


KORBAN BERTAMBAH DI PACITAN, 1.174 PERSONIL DIKERAHKAN MENANGANI TANGGAP DARURAT

SAR FKAM - BANJIR PACITAN

Gabungan Tim SAR Tanggap Bencana Pacitan

Pengaruh siklon tropis Cempaka yang menimbulkan curah hujan ekstrem dengan intensitas 383 milimeter per hari telah menyebabkan banjir dan longsor yang besar di Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur pada 27-28 November 2017. Dekatnya posisi siklon tropis Cempaka dengan daratan Pacitan, hanya 23 kilometer di Samudera Hindia sebelah selatan Pacitan telah menyebabkan Pacitan lumpuh total. Banjir dan longsor bersamaan dengan gelombang laut tinggi sehingga semua sungai yang bermuara di Teluk Pacitan meluap menyebabkan banjir besar di Pacitan.

Upaya pencarian dan penyelamatan korban serta penanganan dampak banjir dan longsor masih dilakukan. Beberapa daerah yang terjadi banjir dan longsor di 7 kecamatan di Pacitan belum pulih semuanya yaitu di Kecamatan Kebonagung, Kecamatan Pacitan, Kecamatan Tulakan, Kecamatan Tegalombo, Kecamatan Nawangan, Kecamatan Arjosari, dan Kecamatan Ngadirojo. Daerah yang paling parah terdampak bencana adalah Kecamatan Pacitan.

Jumlah korban bertambah. Data sementara hingga 1/12/2017 pukul 06: WIB, jumlah korban meninggal sebanyak 20 orang yaitu 14 korban longsor dan 6 korban banjir. Dari 20 korban meninggal tersebut 11 korban sudah ditemukan dan 9 korban masih dalam pencarian. Tercatat 4 orang luka-luka. Pengungsi sebanyak 1.879 orang yang terdapat di 8 titik yaitu di Gedung Karya Darma 497 orang, Masjid Sirnoboyo 51 orang, gedung Muhammadiyah MDMC  51 orang, Balai Desa Sumberharjo 32 orang, Balai Desa Bangunsar  16 orang, Balai Desa Cangkring 32 orang, MI Al Huda 150 orang, dan Balai Desa Sidomulyo 1.050 orang.

Kerusakan fisik meliputi 1.709 unit rumah rusak yang terdapat di Kecamatan Kebonagung  1.225 unit, Kecamatan Ngadirojo  9 unit, Kecamatan Pacitan 160 unit, Kecamatan Nawangan 148 unit, dan kecamatan Arjosari  167 unit. Selain itu juga terdapat 17 unit fasilitas pendidikan yang rusak, dan bangunan lain. Pendataan masih terus dilakukan karena belum semua lokasi dapat dijangkau.

Upaya penanganan darurat  terus dilakukan oleh berbagai pihak. Bupati Pacitan telah menetapkan masa tanggap darurat selama 7 hari yaitu 28/11/2017 hingga 4/12/2017. Status ini dapat diperpanjang atau diperpendek menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Bupati Pacitan telah menunjuk Komandan Kodim 0801/Pacitan sebagai komandan tanggap darurat.

Sebanyak 1.174 personil gabungan dikerahkan untuk melakukan penanganan darurat. Tim gabungan dari BPBD Pacitan bersama TNI, Polri, Basarnas, PMI, SKPD, BPBD Magetan, Baznas Tanggap Darurat, ACT, Perhutani, SAR FKAM Search and Rescue, LMI, dan relawan melakukan penanganan darurat. Pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban dilanjutkan.

Tim Reaksi Cepat BNPB telah hadir di Pacitan untuk memberikan pendampingan dalam penanganan darurat. BNPB menyerahkan bantuan dana siap pakai sebesar Rp 500 juta untuk operasional penanganan darurat.

Berbagai pihak terus memberikan bantuan. BPBD Jawa Timur memberikan bantuan  selimut, sarung, paket sandang, peralatan kesehatan, seragam sekolah, lampu emergency, jerigen lipat, dan perahu karet 7 unit. Dinas Sosial Jawa Timur memberikan bantuan lauk pauk dan matras. Dinas Kesehatan Jawa Timur memberikan bantuan perahu karet, makanan penambah air susu ibu, makanan untuk anak-anak, polybag, kaporit dan paket obat-obatan, dan lainnya.  Dinas PU Jawa Timur memberikan bantuan 2 alat berat.

Dapur umum terpusat di Kelurahan Pacitan diperkuat juga oleh peran serta masyarakat yang tidak terdampak dengan menyediakan permakanan untuk pengungsi. Logistik mencukupi hingga 7 hari ke depan. Sekolah diliburkan untuk sementara waktu.

Saat ini sebagian besar banjir telah surut menyisakan lumpur dan material yang terbawa banjir. Akses menuju Pacitan dari Wonogiri sudah dapat dilalui. Alat berat belum dapat menjangkau lokasi longsor. Listrik sudah menyala kecuali di daerah yang masih terdapat genangan dan longsor. Pembersihan lingkungan secara swadaya telah dilakukan oleh masyarakat. Aktivitas perekonomian, jasa, pemerintahan sudah mulai berjalan.

Kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini adalah makanan siap saji, air bersih, pakaian layak pakai, seragam anak sekolah, peralatan kebersihan rumah tangga, alat sanitasi, selimut, layanan kesehatan, MCK, dan kebutuhan dasar lainnya di pengungsian.

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB



Sebanyak 11 orang meninggal akibat bencana longsor dan banjir yang menerjang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Ke-11 korban tewas itu terdiri dari sembilan orang yang dikabarkan meninggal akibat tertimbun tanah longsor di Kabupaten Pacitan, serta dua orang akibat hanyut terbawa banjir.
 
Hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak Senin (27/11/2017) kemarin hingga Selasa (28/11/2017) di wilayah Pacitan. Akibatnya, sejumlah rumah warga dan jalan raya tergenang air.
 
Banjir di Pacitan disebabkan tingginya debit air hujan hingga lebih 100 milimeter, serta juga disebabkan adanya tanggul di anak sungai yang jebol.
 
Banjir terjadi di beberapa titik di sejumlah kecamatan. Antara lain satu dusun di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo; Desa Tambakrejo dan Desa Kebonagung di Kecamatan Kebonagung; serta empat desa di Kecamatan Pacitan, yakni Desa Sirnoboyo, Sukoharjo, Kayen, dan Kembang.
 
SAR FKAM Search and Rescue telah berada di lokasi. Keberadaan TiM SAR FKAM ini mensupport Tim SAR gabungan dari Basarnas. Tugas utama mereka adalah untuk pencarian dan penyelamatan korban serta membuka dapur umum untuk membantu kebutuhan logistik makanan para pengungsi dan menyalurkan bantuan dari masyarakat.
 
”Kepedulian kita ringankan duka nestapa mereka”
 
Bantuan berupa donasi lebih diutamakan, karena bisa dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan paling urgent sesuai kondisi lapangan.
 
Salurkan Donasi Tanggap Bencana Nasional Anda:
Bank Syariah Mandiri 7002074286 an Yayasan Baitul Mal FKAM.
Mohon menambahkan nilai 800 pada digit terakhir nominal transfer anda, untuk memudahkan verifikasi peruntukan donasi
 
Hotline: 0851-2498-1234

Follow Us:

Instagram: @baitulmal_fkam
Facebook: @baitulmalfkam
Twitter: @baitulmalfkam

Konfirmasi Setelah Anda Transfer Donasi

 

Verification