SAR FKAM - BANJIR PACITAN

TANGGAP BENCANA BANJIR PACITAN

Selasa (5/12/2017) Korban ke 25 ditemukan di Dusun Wawaran Desa Sidomulyo Kecamatan Kebonagung. Dengan ini genap sudah operasi pencarian dan evakuasi ke dua puluh lima korban bencana banjir dan tanah longsor di Pacitan Jawa Timur. Semua unsur potensi dilibatkan dalam proses pencarian korban, mulai dari Basarnas, BPBD, TNI, AGL, SAR FKAM, Rendan, SAR MTA, SAR Surabaya, Wanadri, Mapala Unisi.

Baitulmal FKAM mengajak anda dan masyarakat tumbuhkan kepedulian dan berdonasi untuk para korban bencana nasional.

Bank Syariah Mandiri 7002074286 a.n. Yayasan Baitul Mal FKAM.
Mohon menambahkan nilai 800 pada digit terakhir nominal transfer anda, untuk memudahkan verifikasi peruntukan donasi.
Konfirmasi Donasi Terbaik Anda, Klik Donasi Tanggap Bencana Nasional
 
Update Terkini, klik: SAR FKAM Search and Rescue
Hotline: 0851-2498-1234

Follow Us:

Instagram: @baitulmal_fkam
Facebook: @baitulmalfkam
Twitter: @baitulmalfkam

DUA JENAZAH KORBAN BANJIR PACITAN DITEMUKAN

SAR FKAM - BANJIR PACITAN

Senin, 04/12/2017 dua jenazah korban longsor di RT 03 RW 08 Dusun Gemah Desa Getro Kecamatan Tulakan kembali ditemukan. Adapun identitas kedua korban meninggal tersebut diketahui bernama Sirto (70) dan Sipon (65) yang tak lain sepasang suami istri.

Sebelumnya, Tim SAR terkendala pencarian dua korban yang tertimbun bersama satu ekor sapi tersebut. Sampai Minggu sore, tim evakuasi belum juga menemukan korban, hal ini di karenakan rumah korban tertutup batu berukuran besar. Sedangkan tim menggunakan alat manual karena alat berat tidak bisa masuk ke lokasi bencana.

Dengan ditemukannya dua korban di Desa Getro Tulakan ini total seluruh korban meninggal dunia yang sudah diketemukan 22 jiwa dari total 25 korban longsor maupun banjir di Kota Pacitan.


KORBAN BERTAMBAH DI PACITAN, 1.174 PERSONIL DIKERAHKAN MENANGANI TANGGAP DARURAT

SAR FKAM - BANJIR PACITAN

Gabungan Tim SAR Tanggap Bencana Pacitan

Pengaruh siklon tropis Cempaka yang menimbulkan curah hujan ekstrem dengan intensitas 383 milimeter per hari telah menyebabkan banjir dan longsor yang besar di Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur pada 27-28 November 2017. Dekatnya posisi siklon tropis Cempaka dengan daratan Pacitan, hanya 23 kilometer di Samudera Hindia sebelah selatan Pacitan telah menyebabkan Pacitan lumpuh total. Banjir dan longsor bersamaan dengan gelombang laut tinggi sehingga semua sungai yang bermuara di Teluk Pacitan meluap menyebabkan banjir besar di Pacitan.

Upaya pencarian dan penyelamatan korban serta penanganan dampak banjir dan longsor masih dilakukan. Beberapa daerah yang terjadi banjir dan longsor di 7 kecamatan di Pacitan belum pulih semuanya yaitu di Kecamatan Kebonagung, Kecamatan Pacitan, Kecamatan Tulakan, Kecamatan Tegalombo, Kecamatan Nawangan, Kecamatan Arjosari, dan Kecamatan Ngadirojo. Daerah yang paling parah terdampak bencana adalah Kecamatan Pacitan.

Jumlah korban bertambah. Data sementara hingga 1/12/2017 pukul 06: WIB, jumlah korban meninggal sebanyak 20 orang yaitu 14 korban longsor dan 6 korban banjir. Dari 20 korban meninggal tersebut 11 korban sudah ditemukan dan 9 korban masih dalam pencarian. Tercatat 4 orang luka-luka. Pengungsi sebanyak 1.879 orang yang terdapat di 8 titik yaitu di Gedung Karya Darma 497 orang, Masjid Sirnoboyo 51 orang, gedung Muhammadiyah MDMC  51 orang, Balai Desa Sumberharjo 32 orang, Balai Desa Bangunsar  16 orang, Balai Desa Cangkring 32 orang, MI Al Huda 150 orang, dan Balai Desa Sidomulyo 1.050 orang.

Kerusakan fisik meliputi 1.709 unit rumah rusak yang terdapat di Kecamatan Kebonagung  1.225 unit, Kecamatan Ngadirojo  9 unit, Kecamatan Pacitan 160 unit, Kecamatan Nawangan 148 unit, dan kecamatan Arjosari  167 unit. Selain itu juga terdapat 17 unit fasilitas pendidikan yang rusak, dan bangunan lain. Pendataan masih terus dilakukan karena belum semua lokasi dapat dijangkau.

Upaya penanganan darurat  terus dilakukan oleh berbagai pihak. Bupati Pacitan telah menetapkan masa tanggap darurat selama 7 hari yaitu 28/11/2017 hingga 4/12/2017. Status ini dapat diperpanjang atau diperpendek menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Bupati Pacitan telah menunjuk Komandan Kodim 0801/Pacitan sebagai komandan tanggap darurat.

Sebanyak 1.174 personil gabungan dikerahkan untuk melakukan penanganan darurat. Tim gabungan dari BPBD Pacitan bersama TNI, Polri, Basarnas, PMI, SKPD, BPBD Magetan, Baznas Tanggap Darurat, ACT, Perhutani, SAR FKAM Search and Rescue, LMI, dan relawan melakukan penanganan darurat. Pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban dilanjutkan.

Tim Reaksi Cepat BNPB telah hadir di Pacitan untuk memberikan pendampingan dalam penanganan darurat. BNPB menyerahkan bantuan dana siap pakai sebesar Rp 500 juta untuk operasional penanganan darurat.

Berbagai pihak terus memberikan bantuan. BPBD Jawa Timur memberikan bantuan  selimut, sarung, paket sandang, peralatan kesehatan, seragam sekolah, lampu emergency, jerigen lipat, dan perahu karet 7 unit. Dinas Sosial Jawa Timur memberikan bantuan lauk pauk dan matras. Dinas Kesehatan Jawa Timur memberikan bantuan perahu karet, makanan penambah air susu ibu, makanan untuk anak-anak, polybag, kaporit dan paket obat-obatan, dan lainnya.  Dinas PU Jawa Timur memberikan bantuan 2 alat berat.

Dapur umum terpusat di Kelurahan Pacitan diperkuat juga oleh peran serta masyarakat yang tidak terdampak dengan menyediakan permakanan untuk pengungsi. Logistik mencukupi hingga 7 hari ke depan. Sekolah diliburkan untuk sementara waktu.

Saat ini sebagian besar banjir telah surut menyisakan lumpur dan material yang terbawa banjir. Akses menuju Pacitan dari Wonogiri sudah dapat dilalui. Alat berat belum dapat menjangkau lokasi longsor. Listrik sudah menyala kecuali di daerah yang masih terdapat genangan dan longsor. Pembersihan lingkungan secara swadaya telah dilakukan oleh masyarakat. Aktivitas perekonomian, jasa, pemerintahan sudah mulai berjalan.

Kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini adalah makanan siap saji, air bersih, pakaian layak pakai, seragam anak sekolah, peralatan kebersihan rumah tangga, alat sanitasi, selimut, layanan kesehatan, MCK, dan kebutuhan dasar lainnya di pengungsian.

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB



Sebanyak 11 orang meninggal akibat bencana longsor dan banjir yang menerjang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Ke-11 korban tewas itu terdiri dari sembilan orang yang dikabarkan meninggal akibat tertimbun tanah longsor di Kabupaten Pacitan, serta dua orang akibat hanyut terbawa banjir.
 
Hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak Senin (27/11/2017) kemarin hingga Selasa (28/11/2017) di wilayah Pacitan. Akibatnya, sejumlah rumah warga dan jalan raya tergenang air.
 
Banjir di Pacitan disebabkan tingginya debit air hujan hingga lebih 100 milimeter, serta juga disebabkan adanya tanggul di anak sungai yang jebol.
 
Banjir terjadi di beberapa titik di sejumlah kecamatan. Antara lain satu dusun di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo; Desa Tambakrejo dan Desa Kebonagung di Kecamatan Kebonagung; serta empat desa di Kecamatan Pacitan, yakni Desa Sirnoboyo, Sukoharjo, Kayen, dan Kembang.
 
SAR FKAM Search and Rescue telah berada di lokasi. Keberadaan TiM SAR FKAM ini mensupport Tim SAR gabungan dari Basarnas. Tugas utama mereka adalah untuk pencarian dan penyelamatan korban serta membuka dapur umum untuk membantu kebutuhan logistik makanan para pengungsi dan menyalurkan bantuan dari masyarakat.
 
”Kepedulian kita ringankan duka nestapa mereka”
 
Bantuan berupa donasi lebih diutamakan, karena bisa dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan paling urgent sesuai kondisi lapangan.
 
Salurkan Donasi Tanggap Bencana Nasional Anda:
Bank Syariah Mandiri 7002074286 an Yayasan Baitul Mal FKAM.
Mohon menambahkan nilai 800 pada digit terakhir nominal transfer anda, untuk memudahkan verifikasi peruntukan donasi
 
Hotline: 0851-2498-1234

Follow Us:

Instagram: @baitulmal_fkam
Facebook: @baitulmalfkam
Twitter: @baitulmalfkam

Konfirmasi Setelah Anda Transfer Donasi

 

Verification

Posted in Tanggap Bencana Alam and tagged , , .