ZAKAT FOR LIFE

Zakat For Life
“Tumbuh Bersih Berkah Menentramkan”

Hikmah dan Manfaat Berzakat Melalui Lembaga Amil Zakat

Berbeda dengan shalat atau puasa, ternyata zakat tidak bisa dikerjakan oleh tiap pribadi muslim. Zakat harus dikelola dengan melibatkan pihak lain. Karena zakat dari muzaki, dikelola oleh amil dan ditujukan untuk mustahik. Kenapa zakat tak boleh dikelola sendiri dan harus dikelola oleh lembaga atau badan amil zakat? Inilah hikmah yang bisa kita ambil :

  1. Agar tak subyektif

Zakat adalah sejatinya hak orang lain. Jika sudah disisihkan, sebaiknya segera serahkan kepada lembaga amil. Jika tidak, secara psikologis siapapun tergoda untuk mengelola sendiri. Dikarenakan itu berasal dari harta sendiri, seolah-olah dirinya masih jadi pemilik. Dalam kondisi seperti ini, pengelolaan zakat menjadi amat subyektif. Sangat tergantung pada selera dan suasana hati. Jika pas dengan selera, zakat bisa dengan segera disalurkan. Sebaliknya jika tak pas atau suasana hati sedang gundah, zakat jadi sulit dikeluarkan.

  1. Menjaga Harkat Mustahik

Dalam kondisi labil, manusia cenderung bertindak emosional tak terkontroL Zakat yang milik orang lain, akhirnya tersendat karena harus melalui tahapan yang tidak lagi rasional. Bisa jadi ketidaksukaan muzaki meledak saat seorang miskin datang meminta-rninta. Atau boleh jadi si miskin diminta untuk mengerjakan pekerjaan, sebagai imbalan untuk memperoleh zakatnya yang sesungguhnya sudah jadi haknya.

  1. Obyektif dan Profesional

Jika zakat dikelola oleh lembaga amil, harga diri dan harkat serta ketidakberdayaan mustahik dijaga. Mereka datang untuk menuntut hak. Dan bagi lembaga amil, ini sudah tugasnya untuk melayani mereka tidak dengan pretensi macam-rnacam. Lembaga amil berperan mengemban amanah dana muzaki untuk mustahik. Jadi para amil tertuntut untuk bekerja profesional. Tidak ada unsur subyektif  karena asal usul dana bukan berasal dari amil. Jadi dalam kerjanya amil sungguh-sungguh obyektif, melihat mana mustahik yang perlu diprioritaskan untuk dibantu dan mana mustahik yang berpura-pura.

  1. Dana Terhimpun Besar

Dengan lembaga, zakat dapat dihimpun dari berbagai sumber di masyarakat. Jika muzaki yang mengelola, sulit bagi muzaki lain untuk memperdayakan dananya. Ini berkaitan dengan masalah kepercayaan. Jika muzaki yang mengelola, tidak bisa dicegah akan muncul berbagai persepsi dan fitnah. Karena kekhawatiran itulah sulit untuk bisa menghimpun dana dari muzaki lainnya. Di samping itu jika muzaki yang mengelola langsung, dana zakat akan tercecer di mana-mana, atau masih tersimpan di kantung-kantung muzaki, dan bahkan tak bisa lagi dibayarkan karena berbagai kendala.

  1. Pemberdayaan

Jika diserahkan ke lembaga amil yang mengelola zakat, dana dapat dihimpun dalam jumlah besar. Dengan dana besar itu, berbagai program pemberdayaan dapat dikembangkan dan diimplementasikan. Misalnya mengembangkan rumah sakit cuma-cuma untuk kalangan fakir miskin. Membangun industri dan pabrik dengan memperkerjakan orang-orang miskin. Atau lembaga juga dapat membangun pasar untuk pengusaha-pengusaha mikro. Di samping dengan lembaga dan dana yang cukup, amil dapat membangun pendidikan yang amat murah dan juga cuma-cuma bagi kalangan fakir miskin.


Salurkan Zakat Terbaik Anda dalam Program Zakat For Life

Bank Syariah Mandiri No. 700-2076-203 a.n. Yayasan BaitulMal FKAM
Bank CIMB Niaga Syariah No. 7609-8688-0100 a.n. Yayasan BaitulMal FKAM

Konfirmasi Bukti Transfer Ke: 0857-2516-7000 atau Klik KONFIRMASI

Layanan Jemput Zakat: 0851 0498 1234

Alamat Kantor  Pusat: Jalan Matoa Raya I No. 99 Bulak Indah, Karangasem, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah 57145 Telp. (0271) 7465377

Atau hubungi petugas kami di Kantor Cabang terdekat Anda.

Layanan Konsultasi Zakat bersama Ust. Kholil, S.E.  HP: +62 823 4004 0619

Zakat For Life
Tumbuh Bersih Berkah Menentramkan

Konfirmasi setelah anda transfer donasi

 

Verification

Posted in Uncategorized.