Category: Tanggap Bencana Alam

Banjir Bandang Terjang Donorojo Jepara, SAR FKAM Bersama Relawan Bagikan Makanan Kepada Warga Terdampak

Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah kembali diterjang banjir bandang. Kali ini, sebanyak 200 rumah warga terendam air dengan ketinggian 3 meter.

Salah satu warga Sumberrejo, Karsono mengatakan, hujan lebat turun sejak Selasa (23/2) sore. Lantaran debit sungai meningkat, air meluap ke permukiman warga sekitar pukul 19.30 WIB. Hanya saja, banjir itu tak berlangsung lama, sekitar pukul 23.00 WIB tadi malam air sudah surut. Warga bahkan sudah melakukan pembersihan lumpur yang dibawa banjir.

“Tadi malam ketinggiannya sekitar 50 sentimeter sampai 150 sentimeter,” ujar Karsono, Rabu (24/2).

Namun nahasnya, banjir bandang kembali menerjang permukiman Rabu (24/2) pagi tadi sekitar pukul 05.00 WIB. Bahkan kiriman air kedua ini debitnya lebih besar. Ketinggiannya pun bahkan mencapai 3 meter.

Camat Donorojo, Eko Udiyono menjelaskan, banjir tersebut diakibatkan meluapnya sungai dari beberapa wilayah. Seperti Mojo (Kabupaten Pati), Blingoh, Kelet, dan beberapa wilayah di atas Desa Sumber Rejo meluap.

“Jadi, sungai Pasokan ini sudah tidak kuat menahan debit air. Kami sudah melihat langsung ke lokasi banjir. Sebagian besar sudah mulai surut pada pagi ini. Mudah-mudahan tidak ada lagi banjir bandang susulan,” ungkapnya.

SAR FKAM bersama BPBD dan Instansi terkait membagikan ratusan paket makanan kepada warga korban banjir di Desa Sumberejo dan Clering, Kecamatan Donorojo, Jepara (24/2/2021).

Tim membawa ratusan paket makanan menuju rumah-rumah warga untuk dibagikan kepada para korban banjir. Di lokasi terpantau air sudah mulai surut, kondisi genangan sekitar 10-20 centimeter. Warga juga terlihat sedang melakukan pembersihan pasca banjir secara mandiri.

Saat ini warga masyarakat membutuhkan bantuan makanan, air mineral, air bersih dan peralatan kebersihan.

SAR FKAM Bersama BPBD Bantu Warga Demak Perbaiki Rumah Akibat Puting Beliung

Angin puting beliung terjang Desa Karangsongo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Rabu (24/2/2021). Sedikitnya 187 rumah warga mengalami kerusakan.

Akibatnya ratusan warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah memilih mengungsi ke lokasi aman.

Kasi Logistik dan Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Suprapto mengatakan angin puting beliung menerjang 193 rumah warga di dua desa. Dengan rincian 187 rumah warga Desa Karangsongo Kecamatan Mranggen dan enam rumah warga Desa Kuripan, Kecamatan Karangawen.

“Kejadian kemarin sore, sekitar pukul 16.05 WIB. Kerusakan terparah terjadi di Desa Karangsongo,” ujarnya, Rabu, 24 Februari 2021.

Suprapto mengatakan puting beliung menerjang dua dukuh di Desa Karangsongo, yakni Dukuh Krajan dan Dukuh Ploso. Dari kejadian tersebut, tercatat ada 187 rumah, tiga toko dan 14 tempat pembakaran batu bata rusak.

SAR FKAM langsung merespon cepat dengan mendatangi lokasi kejadian, bersama BPBD, Tim membantu mengkondisikan rumah warga yang rusak.

“Rata-rata kerusakan terjadi pada atap rumah warga. Tim SAR FKAM Semarang sebanyak 4 personil bersama BPBD membantu memperbaiki atap rumah warga,” ucap Noval.

Warga dan Relawan Bergotong Royong Mengevakuasi Material yang Menutup Akses Jalan Desa di Kudus Akibat Longsor

Bencana tanah longsor menerjang Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu (24/2/2021). Sedikitnya ada dua titik longsor besar yang menimpa kawasan tersebut. Akibatnya, jalan desa tertutup longsoran tanah sehingga tidak bisa dilalui kendaraan bermotor.

Tanah longsor terjadi di Dukuh Jambu Ukir RT 02/RW 01 (Desa Rahtawu), dan Dukuh Kembangan RT 01/RW 06 (Desa Menawan). Di Desa Rahtawu akses jalan utama Rahtawu-Kudus sepanjang 25 meter, tertimbun material tanah batu kayu dan bambu.

Sedangkan di Desa Menawan, selain menutup akses jalan penghubung desa, longsor juga menyebabkan sebuah rumah milik Giarto mengalami kerusakan dengan kerugian materi sebesar Rp15 juta.

Warga bersama relawan mulai dari BPBD, PMI, SAR FKAM, MDMC, BAGANA, LPBI NU bergotong-royong untuk membersihkan jalan dari material longsor. Dengan menggunakan peralatan seperti cangkul, sekop material tanah, batu, ranting dan bambu dapat dievakuasi dengan baik.

Selanjutnya jalan di semprot agar bersih dan dapat dilalui kembali. Setelah berjibaku dari pagi hingga siang hari Tim gabungan bersama warga akhirnya dapat membuka kembali akses jalan warga yang sempat terputus.

“Relawan dan warga dari pagi hingga siang bahu membahu membersihkan material longsoran. Alhamdulillah sekitar pukul 13.00 jalan sudah bersih dan dapat dilalui kembali,” ujar Gunawan, Komandan SAR FKAM Kudus.

Namun demikian para pengguna jalan tetap dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan jika melintasi kawasan tersebut dalam kondisi hujan. Tanah yang labil serta tidak adanya penahan menyebabkan longsor dapat kembali terjadi jika intensitas hujan kembali meningkat.

Menurut data BPBD Kabupaten Kudus nerdasarkan peta daerah rawan bencana, ada 13 desa yang rawan menghadapi tanah longsor di Kudus. Desa yang rawan longsor meliputi Rahtawu, Menawan, Jurang, dan Kedungsari di Kecamatan Gebog.

Kemudian Desa Terban di Kecamatan Jekulo, serta Desa Soco, Ternadi, Japan, Kuwukan, Puyoh, Colo, Dukuh Waringin, dan Cranggang di Kecamatan Dawe.

Kudus Diterjang Banjir, Bersama BPBD Siapkan Logistik Dapur Umum dan Evakuasi Warga

Kudus – Lebih dari sepekan sudah banjir menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Setelah Sungai Wulan surut, kini banjir disebabkan luapan Sungai Piji dan Dawe.

“Hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari ini menyebabkan luapan Sungai Piji dan Dawe,” kata Kepala BPBD Kudus Budi Waluyo (6/2/2021).

Budi mengatakan hingga kini paling tidak ada tiga kecamatan yang masih terdampak banjir. Seperti di Mejobo, Jati, dan Undaan. Di Mejobo ada tiga desa terdampak. Lalu di Mejobo ada empat desa dan di Jati ada empat desa.

Di Desa Mejobo air menggenangi jalan desa, persawahan dan permukiman warga. Dengan ketinggian bervariasi mulai 30-50 cm. Warga mayoritas bertahan di rumah adapun yang mengungsi ke sanak keluarganya tidak terdampak banjir.

Di Desa Jati ruas jalan utama dan permukiman warga masih tergenang air, sehingga menghambat mobilitas warga. Ketinggian air mencapai 30-75 cm.

Di Desa Undaan, air menggenangi jalan desa persawahan dan permukiman warga. Dengan intensitas ketinggian air 30 cm sampai 100 cm. Warga mayoritas bertahan di rumah masing-masing.

Melihat kondisi tersebut SAR FKAM Kudus bersama BPBD dan Relawan Gabungan melakukan penanganan respon cepat di sejumlah titik. Sedikitnya ada 3 titik kegiatan SAR FKAM Kudus dalam banjir kali ini diantaranya :

1. Giat penyiapan logistik berupa nasi siap saji di lokasi Dapur Umum bersama BPBD di Balai Desa Payaman.

2. Evakuasi warga korban banjir di Desa Karang Rowo, Krajan meliputi 13 RT dan 2 RW.

3. Evakuasi warga korban banjir di Desa Ngembal Rejo meliputi Rt 4, 5, 7, 8 RW 4 dan Desa Ngembal Boto Lor Rt 1, 2, 4 RW 5.

Forum Komunikasi Aktivis Masjid.

Dua Lokasi Sarang Tawon, Dikondisikan SAR FKAM

Magetan – Tim SAR FKAM Magetan kembali melaksanakan Operasi Tangkap Tawon (OTT) yang meresahkan warga, kali ini di dua lokasi yang berbeda. Sebelumnya Tim mendapatkan aduan adanya sarang tawon Ndas/Vespa Affinis yang membahayakan di lingkungan warga.

Tim lantas mengecek kebenaran informasi tersebut dengan mendatangi rumah pelapor, yakni Bapak Sutopo di Desa Krajan Rt 02/02, Kecamatan Parang dan Bapak Sutrisno di Desa Kentangan Rt 04/02, Kecamatan Sukomoro, Magetan (6/2/2021).

Sesampai di lokasi sarang tawon berukuran besar menempel diatas kayu atap rumah, Tim lantas mempersiapkan peralatan serta anak tangga untuk menjangkau sarang tersebut. Dengan berhati-hati Tim melakukan penanganan terhadap sarang tawon di kedua titik.

Alhamdulillah seluruh sarang tawon yang dikhawatirkan warga dan penghuni rumah dapat diatasi dengan cara dilumpuhkan kawanan tawon dan dievakuasi sarang nya ke tempat yang aman.

“Terimakasih mas, siang saya melapor malam sudah ada rombongan Tim SAR yang datang. Semoga lelah ini dibalas pahala oleh Allah SWT,” ucap Sutopo.

SAR FKAM Kondisikan Banjir Luapan Sungai Wulan

Kudus – Banjir akibat luapan Sungai Wulan di Kudus, Jawa Tengah berangsur surut. Meski surut aktivitas warga di Dukuh Karangturi Desa Setrokalangan Kecamatan Kaliwungu lima hari menggunakan perahu karena genangan banjir.

Tim SAR FKAM Kudus terlihat membantu warga korban banjir untuk beraktivitas sehari-hari. Tim mengantarkan para warga terdampak banjir untuk keluar masuk di Dukuh Karangturi. Namun sebagian besar masyarakat masih tetap bertahan tinggal di rumah masing-masing.

“Kondisi banjir saat ini Alhamdulillah sudah menurun di wilayah Setrokalangan ketinggian air sekitar  40-50 cm. Lokasi yang cukup dalam  masih di Jalur Karangturi (Desa Setrokalangan) karena genangan air masih tinggi,” ujar Gunawan, Relawan FKAM, Kamis (4/2/2021).

Sungai Kaligawe Meluap SAR FKAM Pantau Kondisi Banjir di Karangdowo

Klaten – Tim SAR FKAM Klaten melakukan pemantauan dampak luapan air Sungai Kaligawe, Kamis (4/2/2021) malam. Sungai Kaligawe di wilayah Karangdowo, Klaten, Jawa Tengah, meluap, pada Rabu (3/2/2021) malam. Sebanyak lima desa sempat terdampak luapan air tersebut meski saat ini debit air mulai menyusut.

Berdasarkan informasi Tim di lapangan, luapan air Sungai Kaligawe di wilayah Karangdowo terjadi lantaran diguyur hujan deras selama berjam-jam di waktu sebelumnya. Air sungai pun meluap ke lima desa yang lokasinya dekat dengan Sungai Kaligawe.

Di antara desa yang terdampak luapan air sungai itu, seperti di Desa Kupang, Dukuh Glagah (Desa Karangwungu), Dukuh Sidorejo (Desa Karangwungu), Dukuh Tegalrejo (Desa Ngolodono), Dukuh Kauman (Desa Ngolodono), Dukuh Plumbon (Desa Sentono), dan Dukuh Simping (Desa Bakungan). Rata-rata ketinggian air mencapai 20 cm-30 cm.

Pascaterjadi luapan air tersebut, warga bersama sukarelawan dan aparat keamanan dalam kondisi siaga menghadapi ancaman genangan air yang lebih tinggi. Mengingat intensitas curah hujan masih tinggi.

Tim SAR FKAM Klaten sebanyak 3 personil melakukan pemantauan terhadap kondisi banjir. “Air meluap membanjiri area pemukiman dan persawahan di Dukuh Kasihan, Desa T Tambak dan Dukuh Kwaron, Kelurahan Karang Dowo,” ujar Wisnu.

Selain itu Tim Juna nampak memantau kondisi tanggul yang berlokasi di Timur jembatan Kwaron, terpantau sisi Selatan jebol.

Bangunan Sanitasi untuk Pengungsi Korban Gempa Majene

Majene – SAR FKAM berikan bantuan bangunan sanitasi bangunan berupa kamar mandi dan toilet bagi para pengungsi korban gempa di Dusun Bukit Tinggi, Batu Lotong, Silai di Kecamatan Ulumanda dan Dusun Tambulan Bulang, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene Sulawesi Barat.

Para pengungsi yang hingga kini masih tinggal di barak tenda-tenda pengungsian mendapatkan bantuan berupa sanitasi oleh SAR FKAM (3/2/2021).

Bantuan ini diharapkan dapat digunakan semaksimal mungkin selama berada di lokasi pengungsian bersama ribuan masyarakat lainnya. Selain itu harapannya warga dapat lebih disiplin dalam menjaga kebersihan dan lingkungan.

Bantuan ini merupakan amanah dari para donatur setia FKAM yang telah bekerjasama dengan FKAM Disaster Recovery guna membantu penanganan pasca gempa yang melanda.

Mari kita ringankan bersama beban saudara kita di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat dengan mendukung Program FKAM Disaster Recovery. Pembuatan Huntara, Sanitasi, juga Masjid/Mushola sementara bagi warga korban gempa dengan cara mendonasikan harta terbaik kita.

SAR FKAM Tangani Pohon Tumbang di Nguntoronadi

Wonogiri – Huja dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang melanda Wonogiri pada Minggu (31/1), mengakibatkan bencana longsor dan pohon tumbang di sejumlah wilayah.

Sedikitnya 3 Kecamatan terdampak bencana angin kencang. Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan, tiga kecamatan yang terdampak bencana alam itu yakni Kecamatan Baturetno, Kecamatan Nguntoronadi dan Kecamatan Wuryantoto.

Diketahui hujan lebat disertai angin kencang itu terjadi pada Minggu, sekitar pukul 14.25 WIB hingga 15.30 WIB. Dengan hujan lebih dari satu jam berdampak terhadap beberapa kejadian bencana.

Di Kecamatan Wuryantoro, ada dua desa yang terdampak bencana. Pertama, di Desa Gumiwang. Di desa itu terdapat pohon tumbang yang menimpa Jalan Raya Wonogiri-Pracimantoro. Selain itu juga menimpa jaringan listrik dan kabel telekomunikasi.

Kedua, di Kelurahan Wuryantoro. Angin kencang mengakibatkan kerusakan atap rumah warga. Selain itu, pohon tumbang mengakibatkan empat rumah di Wuryantoro Wonogiri terdampak, menimpa jalan raya maupun jalan desa serta menimpa jaringan listrik dan kabel telekomunikasi.

Adapun di Kecamatan Baturetno yakni Desa Boto, Desa Talunombo, Desa Saradan dan Desa Setrorejo. Dampak dari angin kencang rata-rata menimpa atap rumah warga dan jalan raya Solo-Pacitan maupun jalan desa.

Sedangkan di Kecamatan Nguntoronadi hujan disertai angin kencang mengakibatkan longsor di kawasan hutan Gunung Pegat. Selain itu banyak pohon tumbang di sekitar jalan raya Solo-Pacitan. Sehingga sempat mengakibatkan kemacetan dan telah di tangani oleh petugas BPBD dan relawan.

Selasa, 2 Februari 2021 SAR FKAM membantu warga masyarakat di Dusun Tanjung Rt 01/03, Desa Gebang, Kecamatan Nguntoronadi untuk membantu membersihakan pohon tumbang. Banyak material pohon yang menutupi badan jalan desa selain itu pohon tumbang juga terpantau roboh di pekarangan dan kebun warga.

Tanggul Jebol Puluhan Relawan Kerja Bakti di Sungai Serang

Grobogan – Tanggul Sungai Serang di Desa Klampok, Kecamatan Godong, Grobogan, Jawa Tengah, jebol. BPBD setempat meminta warga sekitar sungai untuk mewaspadai potensi banjir jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan, Endang Sulistyoningsih mengatakan tanggul Sungai Lusi jebol pada Minggu dini hari, 31 Januari 2021, sekitar pukul 02.15 WIB. Tanggul tersebut jebol usai tergerus arus sungai yang begitu deras beberapa hari ini.

Jebol nya tanggul Sungai Serang disebabkan tinggi nya curah hujan dan debit air yang tinggi serta arus kencang.

SAR FKAM Grobogan bersama Relawan Gabungan melaksanakan kerja bakti penanggulan Sungai Serang (2/1/2021). Kegiatan ini dihadiri ratusan personil dari berbagai unsur, diantaranya BBWS Pamali Juana, BPBD Kab Grobogan, Dim 0717 purwodadi, Polres Grobogan, Kec. Godong, PMI, Pramuka kwarcab 11.15 purwodadi, SAR MTA, SAR FKAM, Bagana Banser, Santana, Tagana, Pemuda pancasila, Rapi, Senkom, SAR Hidayatullah, MDMC, Lazis Mu dan Lazis NU.

Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB, adapin langkah-langkah yang dilaksanakan :

1. Pukul 07.30 dilaksanakan Apel dan pembabagian serta penjelasan kegiatan penanganan tanggul jebol.

2. Tim dibagi menjadi 4 yaitu Tim 1 bertugas mengisi karung banjiran dan menaikan kearmada. Tim 2 memindahkan karung banjiran berisi tanah ke tabggul di sebrang sungai dari titik jebolan. Tim 3 memindahkan dari tanggul sebrang titik jebolan ke tanggul dekat titik jebolan dengan prahu fiber. Tim 4 menimbun titik jebolan dari tanggul dekat titik jebolan ke titik jebolan.

2. Pukul 15.00 penanganan dihentikan sementara dan akan dilanjutkan besok pagi.

3. Titik jebolan telah tertutup dengan melakukan pemancangan bambu dan timbunan tanah dengan ketebalan tanggul kurang lebih 2 meter.

3. Untuk rencana kegiatan besok pagi adalah pemasangan pancang dari pohon kelapa (glugu) dan penimbunan tanah antara timbunan awal dg pancang pohon kelapa.

SAR FKAM Buatkan Huntara Korban Gempa

Majene – Sujirah (45) korban gempa asal Dusun Tamaende, Kecamatan Malunda Kabupaten Majene Sulawesi Barat saat ini tinggal di lokasi pengungsian. Pasal nya rumah yang ia tumpangi sebagai tempat tinggal sementara roboh digunjang gempa hebat bermagnitudo 6,2 beberapa waktu yang lalu.

Sujirah merupakan janda beranak dua yang kini harus merelakan tempat tinggal nya hancur hanya tersisa puing bangunan. Ia masih sangat khawatir jika ada gempa susulan melanda. Niat untuk kembali seperti tetangga-tetangga ia urungkan lantaran tidak ada tempat tinggal lagi.

SAR FKAM di dalam program disaster recovery memberikan bantuan (Huntara) Hunia Sementara bagi Ibu Sujirah korban gempa agar tinggal lebih layak dan aman.

“Kita bangunkan satu unit Huntara untuk Ibu Sujirah dan keluarga di tanah milik saudaranya. Bangunan semi permanen berukuran 4×6 meter akan menjadi rumah sederhana sekaligus tempat ia tinggal bersama keluarga nya,” kata Fariz, Selasa (2/1/2021).

Mari kita ringankan bersama beban saudara kita di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat dengan mendukung Program FKAM Disaster Recovery. Pembuatan Huntara, Sanitasi, juga Masjid/Mushola sementara bagi warga korban gempa dengan cara mendonasikan harta terbaik kita.

Bersama BPBD Siaga Posko Banjir Siapkan Logistik Makanan untuk Warga Terdampak

Kudus – Banjir yang melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sejak Minggu (31/1/2021) malam hingga hari ini, Selasa (2/2/2021) semakin meluas. Banjir tercatat menerjang sepuluh desa di empat kecamatan. Banjir ini terjadi akibat sungai Wulan yang limpas karena hujan selama empat hari tanpa berhenti.

Meski hampir seluruh desa sudah terendam banjir. Namun warga masih tetap bertahan di rumah masing-masing dan tidak mengungsi. Mereka juga sudah tiga hari ini beraktivitas sehari-hari di genangan air.

SAR FKAM Kudus bersama BPBD dan sejumlah relawan terpantau Siaga di Posko Utama kantor BPBD guna mempersiapkan logistik berupa makanan yang akan di distribusikan kepada para masyarakat terdampak serta relawan yang berjaga di Desa Setrokalangan dan Karangturi, Kecamatan Kaliwungu, Kudus.

Akademi Al-Qur’an FKAM Buka Pendaftaran Gelombang Kedua Tahun 2021/2022

Pusat Pendidikan Dai dan Imam Masjid, Akademi Al-Qur’an FKAM (AAQ FKAM) kembali membuka gelombang kedua pendaftaran mahasiswa baru Tahun Ajaran 2021-2022. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 17 Februari sampai dengan 10 Maret 2021. Berikut syarat pendaftarannya:

  1. Laki-laki usia 18-25 tahun dan telah lulus dari pesantren/MA/SMA/Sederajat.
  2. Mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil dan memiliki hafalan minimal 2 juz.
  3. Mampu berbahasa Arab aktif dan pasif.
  4. Melampirkan :
    • Fotocopy KTP berlaku
    • Pas photo bewarna (background warna putih)
    • Ijazah/surat keterangan lulus
    • Transkrip nilai terakhir
    • Surat keterangan sehat dari dokter
    • Surat rekomendasi dari ormas/takmir masjid/tokoh masyarakat setempat
  5. Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 250.000,-
  6. Mengikuti proses pendaftaran melalui online.

Untuk info lebih lanjut hubungi dapat menghubungi nomor admin : 082325447778

Donasi Pesantren Animasi Al Fatih untuk Kepedulian Gempa Sulawesi Barat

SUKOHARJO (01/01/2021) – Baitul Mal FKAM menerima Bantuan Kepedulian Bencana Gempa Sulawesi Barat dari Pesantren Animasi Al Fatih yang beralamat di Jl. Pramuka, No. 1, Dusun II, Blimbing, Kecamatan Gatak, Kab. Sukoharjo, Jawa Tengah.

Penyerahan bantuan disampaikan oleh perwakilan pesantren animasi Al Fatih yaitu Ustadz Ahmad Athfal berupa Uang Tunai sebesar Rp. 2.381.000

Pesantren Animasi Alfatih (PAA) adalah institusi pendidikan kejuruan (vokasi) di bidang animasi yang dipadukan dengan system pesantren.

Kegiatan pengumpulan donasi kepedulian bencana gempa oleh mahasiswa pesantren animasi Al Fatih dihimpun dari aksi turun ke jalan di beberapa titik lokasi keramaian.

Semoga menjadi amal jariyah kepada para Muhsinin yang ikut berpartisipasi membantu saudara-saudara korban bencana di Indonesia.

Bersama Tim Gabungan, Evakuasi Korban Banjir di Jepara

Jepara – Banjir yang merendam wilayah Desa Dorang, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara belum surut hingga Rabu (2/2) sore. Korban banjir banyak yang memilih bertahan di rumah meskipun telah disediakan tempat pengungsian.

Tercatat sekitar 900 rumah di Desa Dorang terendam banjir akibat luapan Sungai Serang Welahan Drainase (SWD). Ratusan rumah yang terdampak tersebar di Dusun Tapen, Dusun Gempol, dan Dusun Dorangkidul. Korban banjir mulai resah karena banjir tak kunjung surut dan bahkan semakin meluas.

Tim SAR FKAM bersama relawan gabungan melaksanakan evakuasi terhadap warga korban banjir di Desa Dorang (3/2/2021). Dengan menggunakan perahu karet Tim gabungan menyusuri tinggi nya air dengan menggunakan perahu karet. Selain itu Tim juga membagikan makanan untuk para warga terdampak banjir.

Sebagian warga ada yang mengungsi karena rumahnya sudah tak nyaman ditempati. Namun sebagian warga lainnya bertahan di rumah dengan alasan menjaga barang-barang.

Kepala Desa Dorang, Arif Supratikno mengatakan, pihaknya telah menyediakan tempat pengungsian dan dapur umum. Namun warga lebih memilih mengungsi ke sanak famili atau bertahan di rumah. “Kondisi ini menyulitkan tim relawan dalam penyaluran bantuan makanan,” kata Arif Supratikno.