Category: Tanggap Bencana Alam

Buka Puasa Ramadhan Hari Pertama di Kabupaten Sikka, NTT

Setiba di Bandara Fransiskus Seda Kota Maumere, tim menyempatkan singgah ke BPBD Kabupaten Sikka, guna pengenalan dan kordinasi penanganan bencana.

Tim bertemu dengan Bp Drs Muhammad Daeng Bakri selaku Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sikka, disana tim mendapat informasi bahwa banjir bandang merupakan ancaman bagi daerah tersebut, pada bulan Januari 2021, terjadi banjir menghanyutkan jembatan penghubung Trans Maumere – Larantuka, dan menewaskan 1 orang.

Bulan Februari banjir di Sungai Bhera juga mengikis pondasi rumah-rumah warga yang berada di bantaran sungai.

Bp Daeng Bakri menyambut hangat kedatangan SAR FKAM dalam penanganan banjir bandang di NTT.

Selain itu tim juga berkunjung ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Maumere. Kedatangan tim disambut oleh Bid Humas Pos, Ibu Siti.

Menjelang maghrib tim mendapat undangan berbuka puasa dari Bp Daeng dan rekan BPBD untuk berbuka bersama.

Selain itu tim disediakan hunian transit semalam sebelum melanjutkan perjalanan menuju Adonara, Kabupaten Flores Timur keesokan harinya.

••••

Sahabat, mari bantu meringankan beban saudara di Nusa Tenggara Timur yang terdampak Banjir Bandang dan Longsor, Kembalikan keceriaan mereka dengan kepedulianmu

Rekening Tanggap Bencana dan Kemanusiaan
– Bank Syariah Indonesia 7002074286
– Mandiri 138-0015906378
– BRI 0334-01-001535-30-4
– BCA 015-4017-000
– BNI 7497-85113

Paket Sahur & Berbuka untuk Korban Gempa Malang dan Banjir Bandang NTT

Bencana alam yang menimpa saudara kita di Malang dan NTT membuat hati kita pilu, rentetan bencana yang silih berganti menimpa Negeri kita Indonesia tercinta. Tidak sedikit yang menjadi korban dalam bencana alam kali ini, gempa yang memakan korban jiwa dan merusak ratusan rumah serta fasilitas umum.

Kemudian Banjir bandang NTT, berdasarkan data BNPB melaporkan, hingga Sabtu (10/4/2021) ada 174 korban jiwa akibat bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sebanyak 48 orang masih hilang. Sedangkan saat ini SAR FKAM telah mengirim personil untuk melaksanakan evakuasi dan penanganan kebencanaan bersama relawan di lokasi bencana alam gempa di Malang dan banjir bandang di NTT.

Memasuki awal bulan Suci Ramadhan Allah menguji KeImanan Kita, akankah kita peduli dengan saudara kita atau hanya menganggap kejadian biasa Negeri ini. Mari kita intropeksi diri dan menjadikan pelajaran setiap musibah yang melanda Negeri kita tercinta. Indonesia butuh kita, Indonesia butuh uluran tangan kita.

°°°

Rekening Donasi Kemanusiaan a.n Yayasan Baitul Mal FKAM :
Bank Mandiri 1380015906360

📱Informasi & Konfirmasi :
http://wa.me/6285725167000

Malam Pertama Ramadhan di Lokasi Gempa Malang

Sejumlah 6 personil tim SAR FKAM Magetan berangkat menuju Kota Malang guna tanggap bencana gempa yang terjadi pada hari Sabtu, 10 April 2021 sekitar pukul 14.15 WIB.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh BPBD Jatim, Gempa berkekuatan M6. 7 ini mengakibatkan kerusakan di 16 Kota/Kabupaten  di Jawa Timur. Diantaranya ialah Kab Malang, Kab Blitar, Kab Lumajang,  Kab Tulungagung, Kab Jember, Kab Pasuruan, Kab Trenggalek, Kab Gresik, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Kediri, Kota Batu, Kab Probolinggo, Kab Ponorogo, Kab Pacitan dan Kab Nganjuk.

5 orang di Kab Lumajang dan 3 orang di Kab Malang dinyatakan meninggal, serta ribuan rumah dan bangunan lain terdampak dengan bermacam kerusakan dari yang ringan hingga roboh tak tersisa.

SAR FKAM Magetan berkoordinasi dengan Pemkab Kota Malang guna kolaborasi penanganan tanggap yang akan dilaksanakan esok hari.

Program Ketahanan Pangan untuk Jama’ah Masjid

Pandemi Covid 19 yang masih belum hilang di negeri ini, mengakibatkan beban masyarakat bertambah berat dalam memenuhi kebutuhannya terkhusus tentang pangan.

Untuk itu FKAM Ngawi dengan Satgas Lawan Covid 19 -nya berusaha meringankan beban masyarakat dengan membagi sembako gratis pada warga yang membutuhkannya.

Bersama aparat Desa Jatimulyo Kec. Mantingan dan Takmir Masjid Muqorrobin, FKAM Ngawi membagikan 50 paket sembako. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Masjid Al Muqorrobim dengan dihadiri langsung Bpk. Wiyono selaku Kepala Desa Jatimulyo Mantingan, dengan menerapkan protokol kesehatan Covid 19 (3 M).

Semoga dapat memberikan manfaat dan menjadi jariyah bagi donatur.

Ahad, 28 Februari 2021

Tim SAR FKAM Bersama Relawan Bagikan Makanan Kepada Warga Terdampak Banjir Donorojo

Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah kembali diterjang banjir bandang. Kali ini, sebanyak 200 rumah warga terendam air dengan ketinggian 3 meter.

Salah satu warga Sumberrejo, Karsono mengatakan, hujan lebat turun sejak Selasa (23/2) sore. Lantaran debit sungai meningkat, air meluap ke permukiman warga sekitar pukul 19.30 WIB. Hanya saja, banjir itu tak berlangsung lama, sekitar pukul 23.00 WIB tadi malam air sudah surut. Warga bahkan sudah melakukan pembersihan lumpur yang dibawa banjir.

“Tadi malam ketinggiannya sekitar 50 sentimeter sampai 150 sentimeter,” ujar Karsono, Rabu (24/2).

Namun nahasnya, banjir bandang kembali menerjang permukiman Rabu (24/2) pagi tadi sekitar pukul 05.00 WIB. Bahkan kiriman air kedua ini debitnya lebih besar. Ketinggiannya pun bahkan mencapai 3 meter.

Camat Donorojo, Eko Udiyono menjelaskan, banjir tersebut diakibatkan meluapnya sungai dari beberapa wilayah. Seperti Mojo (Kabupaten Pati), Blingoh, Kelet, dan beberapa wilayah di atas Desa Sumber Rejo meluap.

“Jadi, sungai Pasokan ini sudah tidak kuat menahan debit air. Kami sudah melihat langsung ke lokasi banjir. Sebagian besar sudah mulai surut pada pagi ini. Mudah-mudahan tidak ada lagi banjir bandang susulan,” ungkapnya.

SAR FKAM bersama BPBD dan Instansi terkait membagikan ratusan paket makanan kepada warga korban banjir di Desa Sumberejo dan Clering, Kecamatan Donorojo, Jepara (24/2/2021).

Tim membawa ratusan paket makanan menuju rumah-rumah warga untuk dibagikan kepada para korban banjir. Di lokasi terpantau air sudah mulai surut, kondisi genangan sekitar 10-20 centimeter. Warga juga terlihat sedang melakukan pembersihan pasca banjir secara mandiri.

Saat ini warga masyarakat membutuhkan bantuan makanan, air mineral, air bersih dan peralatan kebersihan.

SAR FKAM Bersama BPBD Bantu Warga Demak Perbaiki Rumah Akibat Puting Beliung

Angin puting beliung terjang Desa Karangsongo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Rabu (24/2/2021). Sedikitnya 187 rumah warga mengalami kerusakan.

Akibatnya ratusan warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah memilih mengungsi ke lokasi aman.

Kasi Logistik dan Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Suprapto mengatakan angin puting beliung menerjang 193 rumah warga di dua desa. Dengan rincian 187 rumah warga Desa Karangsongo Kecamatan Mranggen dan enam rumah warga Desa Kuripan, Kecamatan Karangawen.

“Kejadian kemarin sore, sekitar pukul 16.05 WIB. Kerusakan terparah terjadi di Desa Karangsongo,” ujarnya, Rabu, 24 Februari 2021.

Suprapto mengatakan puting beliung menerjang dua dukuh di Desa Karangsongo, yakni Dukuh Krajan dan Dukuh Ploso. Dari kejadian tersebut, tercatat ada 187 rumah, tiga toko dan 14 tempat pembakaran batu bata rusak.

SAR FKAM langsung merespon cepat dengan mendatangi lokasi kejadian, bersama BPBD, Tim membantu mengkondisikan rumah warga yang rusak.

“Rata-rata kerusakan terjadi pada atap rumah warga. Tim SAR FKAM Semarang sebanyak 4 personil bersama BPBD membantu memperbaiki atap rumah warga,” ucap Noval.

Warga dan Relawan Bergotong Royong Mengevakuasi Material yang Menutup Akses Jalan Desa

Bencana tanah longsor menerjang Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu (24/2/2021). Sedikitnya ada dua titik longsor besar yang menimpa kawasan tersebut. Akibatnya, jalan desa tertutup longsoran tanah sehingga tidak bisa dilalui kendaraan bermotor.

Tanah longsor terjadi di Dukuh Jambu Ukir RT 02/RW 01 (Desa Rahtawu), dan Dukuh Kembangan RT 01/RW 06 (Desa Menawan). Di Desa Rahtawu akses jalan utama Rahtawu-Kudus sepanjang 25 meter, tertimbun material tanah batu kayu dan bambu.

Sedangkan di Desa Menawan, selain menutup akses jalan penghubung desa, longsor juga menyebabkan sebuah rumah milik Giarto mengalami kerusakan dengan kerugian materi sebesar Rp15 juta.

Warga bersama relawan mulai dari BPBD, PMI, SAR FKAM, MDMC, BAGANA, LPBI NU bergotong-royong untuk membersihkan jalan dari material longsor. Dengan menggunakan peralatan seperti cangkul, sekop material tanah, batu, ranting dan bambu dapat dievakuasi dengan baik.

Selanjutnya jalan di semprot agar bersih dan dapat dilalui kembali. Setelah berjibaku dari pagi hingga siang hari Tim gabungan bersama warga akhirnya dapat membuka kembali akses jalan warga yang sempat terputus.

“Relawan dan warga dari pagi hingga siang bahu membahu membersihkan material longsoran. Alhamdulillah sekitar pukul 13.00 jalan sudah bersih dan dapat dilalui kembali,” ujar Gunawan, Komandan SAR FKAM Kudus.

Namun demikian para pengguna jalan tetap dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan jika melintasi kawasan tersebut dalam kondisi hujan. Tanah yang labil serta tidak adanya penahan menyebabkan longsor dapat kembali terjadi jika intensitas hujan kembali meningkat.

Menurut data BPBD Kabupaten Kudus nerdasarkan peta daerah rawan bencana, ada 13 desa yang rawan menghadapi tanah longsor di Kudus. Desa yang rawan longsor meliputi Rahtawu, Menawan, Jurang, dan Kedungsari di Kecamatan Gebog.

Kemudian Desa Terban di Kecamatan Jekulo, serta Desa Soco, Ternadi, Japan, Kuwukan, Puyoh, Colo, Dukuh Waringin, dan Cranggang di Kecamatan Dawe.

Kudus Diterjang Banjir, Bersama BPBD Siapkan Logistik Dapur Umum dan Evakuasi Warga

Kudus – Lebih dari sepekan sudah banjir menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Setelah Sungai Wulan surut, kini banjir disebabkan luapan Sungai Piji dan Dawe.

“Hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari ini menyebabkan luapan Sungai Piji dan Dawe,” kata Kepala BPBD Kudus Budi Waluyo (6/2/2021).

Budi mengatakan hingga kini paling tidak ada tiga kecamatan yang masih terdampak banjir. Seperti di Mejobo, Jati, dan Undaan. Di Mejobo ada tiga desa terdampak. Lalu di Mejobo ada empat desa dan di Jati ada empat desa.

Di Desa Mejobo air menggenangi jalan desa, persawahan dan permukiman warga. Dengan ketinggian bervariasi mulai 30-50 cm. Warga mayoritas bertahan di rumah adapun yang mengungsi ke sanak keluarganya tidak terdampak banjir.

Di Desa Jati ruas jalan utama dan permukiman warga masih tergenang air, sehingga menghambat mobilitas warga. Ketinggian air mencapai 30-75 cm.

Di Desa Undaan, air menggenangi jalan desa persawahan dan permukiman warga. Dengan intensitas ketinggian air 30 cm sampai 100 cm. Warga mayoritas bertahan di rumah masing-masing.

Melihat kondisi tersebut SAR FKAM Kudus bersama BPBD dan Relawan Gabungan melakukan penanganan respon cepat di sejumlah titik. Sedikitnya ada 3 titik kegiatan SAR FKAM Kudus dalam banjir kali ini diantaranya :

1. Giat penyiapan logistik berupa nasi siap saji di lokasi Dapur Umum bersama BPBD di Balai Desa Payaman.

2. Evakuasi warga korban banjir di Desa Karang Rowo, Krajan meliputi 13 RT dan 2 RW.

3. Evakuasi warga korban banjir di Desa Ngembal Rejo meliputi Rt 4, 5, 7, 8 RW 4 dan Desa Ngembal Boto Lor Rt 1, 2, 4 RW 5.

Forum Komunikasi Aktivis Masjid.

Dua Lokasi Sarang Tawon, Dikondisikan SAR FKAM

Magetan – Tim SAR FKAM Magetan kembali melaksanakan Operasi Tangkap Tawon (OTT) yang meresahkan warga, kali ini di dua lokasi yang berbeda. Sebelumnya Tim mendapatkan aduan adanya sarang tawon Ndas/Vespa Affinis yang membahayakan di lingkungan warga.

Tim lantas mengecek kebenaran informasi tersebut dengan mendatangi rumah pelapor, yakni Bapak Sutopo di Desa Krajan Rt 02/02, Kecamatan Parang dan Bapak Sutrisno di Desa Kentangan Rt 04/02, Kecamatan Sukomoro, Magetan (6/2/2021).

Sesampai di lokasi sarang tawon berukuran besar menempel diatas kayu atap rumah, Tim lantas mempersiapkan peralatan serta anak tangga untuk menjangkau sarang tersebut. Dengan berhati-hati Tim melakukan penanganan terhadap sarang tawon di kedua titik.

Alhamdulillah seluruh sarang tawon yang dikhawatirkan warga dan penghuni rumah dapat diatasi dengan cara dilumpuhkan kawanan tawon dan dievakuasi sarang nya ke tempat yang aman.

“Terimakasih mas, siang saya melapor malam sudah ada rombongan Tim SAR yang datang. Semoga lelah ini dibalas pahala oleh Allah SWT,” ucap Sutopo.

SAR FKAM Kondisikan Banjir Luapan Sungai Wulan

Kudus – Banjir akibat luapan Sungai Wulan di Kudus, Jawa Tengah berangsur surut. Meski surut aktivitas warga di Dukuh Karangturi Desa Setrokalangan Kecamatan Kaliwungu lima hari menggunakan perahu karena genangan banjir.

Tim SAR FKAM Kudus terlihat membantu warga korban banjir untuk beraktivitas sehari-hari. Tim mengantarkan para warga terdampak banjir untuk keluar masuk di Dukuh Karangturi. Namun sebagian besar masyarakat masih tetap bertahan tinggal di rumah masing-masing.

“Kondisi banjir saat ini Alhamdulillah sudah menurun di wilayah Setrokalangan ketinggian air sekitar  40-50 cm. Lokasi yang cukup dalam  masih di Jalur Karangturi (Desa Setrokalangan) karena genangan air masih tinggi,” ujar Gunawan, Relawan FKAM, Kamis (4/2/2021).

Sungai Kaligawe Meluap SAR FKAM Pantau Kondisi Banjir di Karangdowo

Klaten – Tim SAR FKAM Klaten melakukan pemantauan dampak luapan air Sungai Kaligawe, Kamis (4/2/2021) malam. Sungai Kaligawe di wilayah Karangdowo, Klaten, Jawa Tengah, meluap, pada Rabu (3/2/2021) malam. Sebanyak lima desa sempat terdampak luapan air tersebut meski saat ini debit air mulai menyusut.

Berdasarkan informasi Tim di lapangan, luapan air Sungai Kaligawe di wilayah Karangdowo terjadi lantaran diguyur hujan deras selama berjam-jam di waktu sebelumnya. Air sungai pun meluap ke lima desa yang lokasinya dekat dengan Sungai Kaligawe.

Di antara desa yang terdampak luapan air sungai itu, seperti di Desa Kupang, Dukuh Glagah (Desa Karangwungu), Dukuh Sidorejo (Desa Karangwungu), Dukuh Tegalrejo (Desa Ngolodono), Dukuh Kauman (Desa Ngolodono), Dukuh Plumbon (Desa Sentono), dan Dukuh Simping (Desa Bakungan). Rata-rata ketinggian air mencapai 20 cm-30 cm.

Pascaterjadi luapan air tersebut, warga bersama sukarelawan dan aparat keamanan dalam kondisi siaga menghadapi ancaman genangan air yang lebih tinggi. Mengingat intensitas curah hujan masih tinggi.

Tim SAR FKAM Klaten sebanyak 3 personil melakukan pemantauan terhadap kondisi banjir. “Air meluap membanjiri area pemukiman dan persawahan di Dukuh Kasihan, Desa T Tambak dan Dukuh Kwaron, Kelurahan Karang Dowo,” ujar Wisnu.

Selain itu Tim Juna nampak memantau kondisi tanggul yang berlokasi di Timur jembatan Kwaron, terpantau sisi Selatan jebol.

Bangunan Sanitasi untuk Pengungsi Korban Gempa Majene

Majene – SAR FKAM berikan bantuan bangunan sanitasi bangunan berupa kamar mandi dan toilet bagi para pengungsi korban gempa di Dusun Bukit Tinggi, Batu Lotong, Silai di Kecamatan Ulumanda dan Dusun Tambulan Bulang, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene Sulawesi Barat.

Para pengungsi yang hingga kini masih tinggal di barak tenda-tenda pengungsian mendapatkan bantuan berupa sanitasi oleh SAR FKAM (3/2/2021).

Bantuan ini diharapkan dapat digunakan semaksimal mungkin selama berada di lokasi pengungsian bersama ribuan masyarakat lainnya. Selain itu harapannya warga dapat lebih disiplin dalam menjaga kebersihan dan lingkungan.

Bantuan ini merupakan amanah dari para donatur setia FKAM yang telah bekerjasama dengan FKAM Disaster Recovery guna membantu penanganan pasca gempa yang melanda.

Mari kita ringankan bersama beban saudara kita di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat dengan mendukung Program FKAM Disaster Recovery. Pembuatan Huntara, Sanitasi, juga Masjid/Mushola sementara bagi warga korban gempa dengan cara mendonasikan harta terbaik kita.

SAR FKAM Tangani Pohon Tumbang di Nguntoronadi

Wonogiri – Huja dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang melanda Wonogiri pada Minggu (31/1), mengakibatkan bencana longsor dan pohon tumbang di sejumlah wilayah.

Sedikitnya 3 Kecamatan terdampak bencana angin kencang. Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan, tiga kecamatan yang terdampak bencana alam itu yakni Kecamatan Baturetno, Kecamatan Nguntoronadi dan Kecamatan Wuryantoto.

Diketahui hujan lebat disertai angin kencang itu terjadi pada Minggu, sekitar pukul 14.25 WIB hingga 15.30 WIB. Dengan hujan lebih dari satu jam berdampak terhadap beberapa kejadian bencana.

Di Kecamatan Wuryantoro, ada dua desa yang terdampak bencana. Pertama, di Desa Gumiwang. Di desa itu terdapat pohon tumbang yang menimpa Jalan Raya Wonogiri-Pracimantoro. Selain itu juga menimpa jaringan listrik dan kabel telekomunikasi.

Kedua, di Kelurahan Wuryantoro. Angin kencang mengakibatkan kerusakan atap rumah warga. Selain itu, pohon tumbang mengakibatkan empat rumah di Wuryantoro Wonogiri terdampak, menimpa jalan raya maupun jalan desa serta menimpa jaringan listrik dan kabel telekomunikasi.

Adapun di Kecamatan Baturetno yakni Desa Boto, Desa Talunombo, Desa Saradan dan Desa Setrorejo. Dampak dari angin kencang rata-rata menimpa atap rumah warga dan jalan raya Solo-Pacitan maupun jalan desa.

Sedangkan di Kecamatan Nguntoronadi hujan disertai angin kencang mengakibatkan longsor di kawasan hutan Gunung Pegat. Selain itu banyak pohon tumbang di sekitar jalan raya Solo-Pacitan. Sehingga sempat mengakibatkan kemacetan dan telah di tangani oleh petugas BPBD dan relawan.

Selasa, 2 Februari 2021 SAR FKAM membantu warga masyarakat di Dusun Tanjung Rt 01/03, Desa Gebang, Kecamatan Nguntoronadi untuk membantu membersihakan pohon tumbang. Banyak material pohon yang menutupi badan jalan desa selain itu pohon tumbang juga terpantau roboh di pekarangan dan kebun warga.

Tanggul Jebol Puluhan Relawan Kerja Bakti di Sungai Serang

Grobogan – Tanggul Sungai Serang di Desa Klampok, Kecamatan Godong, Grobogan, Jawa Tengah, jebol. BPBD setempat meminta warga sekitar sungai untuk mewaspadai potensi banjir jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan, Endang Sulistyoningsih mengatakan tanggul Sungai Lusi jebol pada Minggu dini hari, 31 Januari 2021, sekitar pukul 02.15 WIB. Tanggul tersebut jebol usai tergerus arus sungai yang begitu deras beberapa hari ini.

Jebol nya tanggul Sungai Serang disebabkan tinggi nya curah hujan dan debit air yang tinggi serta arus kencang.

SAR FKAM Grobogan bersama Relawan Gabungan melaksanakan kerja bakti penanggulan Sungai Serang (2/1/2021). Kegiatan ini dihadiri ratusan personil dari berbagai unsur, diantaranya BBWS Pamali Juana, BPBD Kab Grobogan, Dim 0717 purwodadi, Polres Grobogan, Kec. Godong, PMI, Pramuka kwarcab 11.15 purwodadi, SAR MTA, SAR FKAM, Bagana Banser, Santana, Tagana, Pemuda pancasila, Rapi, Senkom, SAR Hidayatullah, MDMC, Lazis Mu dan Lazis NU.

Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB, adapin langkah-langkah yang dilaksanakan :

1. Pukul 07.30 dilaksanakan Apel dan pembabagian serta penjelasan kegiatan penanganan tanggul jebol.

2. Tim dibagi menjadi 4 yaitu Tim 1 bertugas mengisi karung banjiran dan menaikan kearmada. Tim 2 memindahkan karung banjiran berisi tanah ke tabggul di sebrang sungai dari titik jebolan. Tim 3 memindahkan dari tanggul sebrang titik jebolan ke tanggul dekat titik jebolan dengan prahu fiber. Tim 4 menimbun titik jebolan dari tanggul dekat titik jebolan ke titik jebolan.

2. Pukul 15.00 penanganan dihentikan sementara dan akan dilanjutkan besok pagi.

3. Titik jebolan telah tertutup dengan melakukan pemancangan bambu dan timbunan tanah dengan ketebalan tanggul kurang lebih 2 meter.

3. Untuk rencana kegiatan besok pagi adalah pemasangan pancang dari pohon kelapa (glugu) dan penimbunan tanah antara timbunan awal dg pancang pohon kelapa.

SAR FKAM Buatkan Huntara Korban Gempa

Majene – Sujirah (45) korban gempa asal Dusun Tamaende, Kecamatan Malunda Kabupaten Majene Sulawesi Barat saat ini tinggal di lokasi pengungsian. Pasal nya rumah yang ia tumpangi sebagai tempat tinggal sementara roboh digunjang gempa hebat bermagnitudo 6,2 beberapa waktu yang lalu.

Sujirah merupakan janda beranak dua yang kini harus merelakan tempat tinggal nya hancur hanya tersisa puing bangunan. Ia masih sangat khawatir jika ada gempa susulan melanda. Niat untuk kembali seperti tetangga-tetangga ia urungkan lantaran tidak ada tempat tinggal lagi.

SAR FKAM di dalam program disaster recovery memberikan bantuan (Huntara) Hunia Sementara bagi Ibu Sujirah korban gempa agar tinggal lebih layak dan aman.

“Kita bangunkan satu unit Huntara untuk Ibu Sujirah dan keluarga di tanah milik saudaranya. Bangunan semi permanen berukuran 4×6 meter akan menjadi rumah sederhana sekaligus tempat ia tinggal bersama keluarga nya,” kata Fariz, Selasa (2/1/2021).

Mari kita ringankan bersama beban saudara kita di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat dengan mendukung Program FKAM Disaster Recovery. Pembuatan Huntara, Sanitasi, juga Masjid/Mushola sementara bagi warga korban gempa dengan cara mendonasikan harta terbaik kita.