Keceriaan Anak-Anak Bermain di Jembatan Polkadot

Asyiknya anak-anak pengungsi Merapi di Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Boyolali terlihat dari gerak serta oleh tubuh mereka. Raut wajah gembira nan riang diperlihatkan saat Relawan FKAM mengajak mereka bermain dan berjalan-jalan mengitari kampung kelahiran mereka yang sejuk nan asri.⁣

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengusir jenuh yang mana lebih dari satu bulan anak-anak Merapi terpaksa mengungsi bersama orang tua mereka. “Tentu keceriaan alami mereka harus dibangun, mereka tidak boleh larut dalam kesedihan akibat trauma ataupun kehilangan masa kekanak-kanakan di tempat pengungsian ini”, ucap Yudin, Relawan FKAM.⁣ Yudin menambahkan, “maka nya kita ajak setiap hari selesai belajar mereka bermain agar anak-anak Merapi selalu semangat dan ceria”, lanjutnya.⁣

Tim mengajak puluhan anak-anak pengungsi Merapi mentadaburi alam melewati jembatan Polkadot Merapi yang berada di Desa Klakah, Kecamatan Selo. Jembatan ini berfungsi untuk jalur evakuasi jika Merapi meletus. Sekaligus akses di jalur perbatasan Kabupaten Boyolali dengan Kabupaten Magelang (8/12/2020).⁣

Anak-anak Merapi terlihat senang penuh semangat saat berfoto bersama di jembatan yang membentang sepanjang 120 meter dengan lebar 2,8 meter dan memiliki kedalaman 40 meter ini yang biasanya di hari libur dipadati oleh kawula muda untuk swafoto.⁣ Setelah asyik berfoto ria, anak-anak diajak menyusuri Kali Tengah, tepat dibawah jembatan Polkadot untuk mencari ikan kecil, dan memanfaatkan kejernihan air gunung untuk mandi.⁣

Harapannya kegiatan ini membawa keceriaan tersendiri bagi anak Merapi yang hampir setiap hari mereka merindukan ingin kembali ke rumah masing masing-masing untuk bermain, belajar dengan teman-teman sekampungnya.⁣