Kudus Diterjang Banjir, Bersama BPBD Siapkan Logistik Dapur Umum dan Evakuasi Warga

Kudus Diterjang Banjir

Kudus – Lebih dari sepekan sudah banjir menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Setelah Sungai Wulan surut, kini banjir disebabkan luapan Sungai Piji dan Dawe.

“Hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari ini menyebabkan luapan Sungai Piji dan Dawe,” kata Kepala BPBD Kudus Budi Waluyo (6/2/2021).

Budi mengatakan hingga kini paling tidak ada tiga kecamatan yang masih terdampak banjir. Seperti di Mejobo, Jati, dan Undaan. Di Mejobo ada tiga desa terdampak. Lalu di Mejobo ada empat desa dan di Jati ada empat desa.

Di Desa Mejobo air menggenangi jalan desa, persawahan dan permukiman warga. Dengan ketinggian bervariasi mulai 30-50 cm. Warga mayoritas bertahan di rumah adapun yang mengungsi ke sanak keluarganya tidak terdampak banjir.

Di Desa Jati ruas jalan utama dan permukiman warga masih tergenang air, sehingga menghambat mobilitas warga. Ketinggian air mencapai 30-75 cm.

Di Desa Undaan, air menggenangi jalan desa persawahan dan permukiman warga. Dengan intensitas ketinggian air 30 cm sampai 100 cm. Warga mayoritas bertahan di rumah masing-masing.

Melihat kondisi tersebut SAR FKAM Kudus bersama BPBD dan Relawan Gabungan melakukan penanganan respon cepat di sejumlah titik. Sedikitnya ada 3 titik kegiatan SAR FKAM Kudus dalam banjir kali ini diantaranya :

1. Giat penyiapan logistik berupa nasi siap saji di lokasi Dapur Umum bersama BPBD di Balai Desa Payaman.

2. Evakuasi warga korban banjir di Desa Karang Rowo, Krajan meliputi 13 RT dan 2 RW.

3. Evakuasi warga korban banjir di Desa Ngembal Rejo meliputi Rt 4, 5, 7, 8 RW 4 dan Desa Ngembal Boto Lor Rt 1, 2, 4 RW 5.

Forum Komunikasi Aktivis Masjid.