Tag: kemenag

Kunjungan Kemenag RI ke Kandang Bina Asa Insani & Yatim Smart Baitul Mal FKAM

Kunjungan Kementrian Agama Republik Indonesia dalam melaksanakan Audit Syari’ah di Baitul Mal FKAM memberi banyak pengalaman dan pelajaran dalam mengelola lembaga zakat yang ingin tumbuh secara profesional dan akuntabel. 

Di hari kedua tim audit syariah juga berkesempatan untuk berkunjung ke Kampus Akademi Al Qur’an FKAM dan Sentra Kemandirian Insani yaitu program untuk meningkatkan kualitas sumber daya mustahik secara konprehensif sebagai upaya meningkatkan efektifitas dan kapasitas Baitul Mal FKAM untuk berperan serta dalam mengatasi problem kemiskinan mewujudkan masyarakat yang sejahtera, mandiri, bermartabat dan berakhlaqul karimah berlandaskan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah subahanahu wata’ala.

Dilanjutkan dengan melihat langsung program Yatim Smart yaitu untuk mewujudkan  pribadi anak-anak yatim sebagai  insan  terdidik, terbina, berkarakter, berkompeten secara akademik, berprestasi, berdaya dan mandiri.

Terakhir tim audit syariah kemenag juga di ajak untuk mengunjungi kandang salah satu mustahik Bapak Wardiman penerima manfaat program Bina Asa Insani (BAI) yaitu program peningkatan kualitas sumber daya manusia secara komprehensif melalui kegiatan pelatihan, pembinaan dan penyertaan modal usaha dengan pola pendampingan  berbasis keterampilan aplikatif maupun kewirausahaan sosial yang berbasis pembangunan karakter, kompetensi dan pemberdayaan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Audit Syariah Baitul Mal FKAM oleh Kemenag RI

Dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas organisasi pengelola zakat (OPZ), Badan Amil Zakat Baitul Mal FKAM menyambut positif dan turut melaksanakan audit syariah langsung oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI di Grha Wakaf FKAM. 

Sebagaimana diatur dalam UU 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Dana Zakat dan turunannya Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2014 yang mana disebutkan bahwa pengelolaan dana ZIS harus di audit secara syariah dan di audit secara keuangan. 

Audit syariah dilakukan oleh kementerian agama selaku kementerian yang bergerak di bidang agama dan diberikan mandat oleh pemerintah untuk melakukan audit syariah terhadap Organisasi Pengelola Zakat.  Sedangkan audit keuangan menjadi kewenangan dari Kantor Akuntan Publik.

Pada hari Senin-Selasa, 24 – 25 Mei 2021 Tim Auditor Syariah Kemenag melaksanakan tugas Audit Syariah terhadap LAZ Baitul Mal Mal FKAM. Tim Auditor Kemenag dipimpin oleh Luli Achriyani dan beranggotakan Abdul Aziz Noor, Sumbulatun dan Iskamdar Muda.

Pelaksanaan Audit Syariah terdiri dari berbagai aspek, antara lain pengumpulan dana zakat, pendistribusian dana zakat, manajemen organisasi atau lembaga tersebut dari segi penataan organisasi, penataan SDM nya, dan aturan-aturan internal organisasi, serta audit laporan-laporan pengelolaan dana zakat, infaq, sedekah, dan dana keagamaan lainya apakah sudah sesuai dengan syariah islam.

“Pelaksanaan audit syariah menjadi sangat penting bagi LAZ Baitul Mal FKAM. Sebab dalam PP No.14 tahun 2014 termaktub bahwa OPZ harus siap untuk di audit secara syariah. Karena hal tersebut sebagai salah satu syarat penting agar OPZ mendapatkan izin operasional dari Kementerian Agama,” ungkap Sunar Wulan Direktur LAZ Baitul Mal FKAM.

Didampingi oleh pendiri FKAM Bapak Muhammad Sri Kalono, S.H., M. Si. dan Ketua Umum DPP FKAM Ustadz Umaier Khaz, Lc., M.H. Tim Audit Syariah Kemenag menyempatkan untuk berkunjung ke Kampus Akademi Al Qur’an FKAM dan Sentra Kemandirian Insani yaitu salah satu unit usaha Baitul Mal FKAM dalam pengembangan hewan ternak di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. 

Terimakasih kami ucapkan kepada Kementrian Agama Republik Indonesia atas seluruh dukungannya dalam memberikan arahan lembaga-lembaga pengelola zakat menjadi lembaga yang profesional dan akuntabel.

Temu Konsultasi Dewan Pengawas Syariah & Lembaga Amil Zakat Tingkat Nasional Tahun 2018

Jakarta (Kemenag) — “Temu Konsultasi Dewan Pengawas Syariah dan Lembaga Amil Zakat Tingkat Nasional Tahun 2018” telah berlangsung di Hotel Harris Vertu Harmoni Jakarta Pusat, Rabu-Jum’at (10-12/10/2018). Acara tersebut adalah acara rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Dirjen BIMAS Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Pertemuan ini dihadiri oleh para pemateri dari Wasekjen MUI Pusat, Doktor Pertama Indonesia di Bidang Fiqh Muqarin Universitas Al-Azhar Dr. Oni Syahroni, MA., Tokoh Syariah 2018 Dr. Irfan Sauqi Beik Dan diikuti oleh 40 peserta termasuk para pengawas syariah lembaga amil zakat se-Indonesia. Salah satunya Ustadz Tengku Azhar, Lc. selaku Dewan Syariah LAZ Baitulmal FKAM.

Ust. Tengku Azhar, Lc Hadir Dalam Pertemuan

Acara dibuka oleh Dirjen Bimas Islam Kemenag Prof. Dr. Muhammadiyah Amin, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau mengatakan “Ada beberapa Fungsi Dewan Pengawas Syariah LAZ di seluruh Indonesia, diantaranya memantau dan mengawasi pelaksanaan pengumpulan ZIS dan dana sosial keagamaan lainnya; memantau dan mengawasi pendistribusian dan pendayagunaan ZIS; dan mengawasi hak penggunaan amil zakat sesuai prinsip Syariah.”

“Melakukan pengkategorisasian opini (usulan) syariah suatu lembaga zakat berdasarkan kepatuhan Syariah dan memberikan teguran/peringatan apabila terdapat penyimpangan atau potensi penyimpangan terhadap prinsip-prinsip syariah dalam kegiatan operasional lembaga pengelola zakat”, jelas imbuhnya.

Sekjen Direktorat Bimas Islam Kemenag Drs. H. Tarmidzi Tohor, M.A dalam materinya mengatakan, “Di Indonesia, Potensi zakat mencapai 217 Trilyun dan Tanah Waqaf mencapai 200 Juta Hektar. Hingga kini 2018 BAZNAS baru mencapai 6, 8 Trilyun pengumpulan dana zakat. Sehingga sosialisasi zakat perlu lebih disemarakkan karena masih banyak umat Islam yang belum memiliki kesadaran zakat.” Paparnya.

Beliau juga menuturkan, “Masih banyak tanah wakaf yang terlantar, dan ini adalah kezaliman. Maka perlu ada pembinaan dan edukasi kepada para nazhir tanah wakaf. Jangan sampe tanah wakaf hanya utk Kuburan dan Masjid”, tegasnya.

Alhamdulillah, pada temu konsultasi tahun ini mendapat tamu istimewa dari Dewan Pengawas Syariah Pusat Pungutan Zakat (PPZ) Malaysia. Beliau menjelaskan tentang fatwa-fatwa kontemporer zakat di Malaysia. “Hendaknya para Dewan Pengawas Syariah LAZ agar mengkaji betul harta yang wajib dizakati dan para mustahiq zakatnya, seperti contoh riqab (budak). Walaupun hari ini tidak ada budak, tapi apakah betul-betul tidak ada mustahiqnya atau perlu qiyas dalam kajian ini”, ungkapnya.