Tag: Ramadhan

Berbagi Zakat Fithri Ramadhan 1436 H

Ponorogo (BM FKAM) Kamis, 16 Juli 2015. Pada bulan Romadhan yang penuh kemuliaan ini kami kru BaitulMal FKAM Ponorogo mendapatkan amanah dari para donatur berupa zakat fithri. Zakat fithri kami serahkan kepada warga sekitar Kantor BaitulMal FKAM yaitu warga RT.03 RW.02 Kelurahan Keniten Ponorogo.

Berbagi Zakat Fithri

BaitulMal FKAM Ponorogo

Alhamdulillah suguhan berupa Senyum manis para mustahik ketika kami bertemu dengan mereka, bisa ikut merasakan kebahagiaan di hari raya ‘Iedul Fithri 1436 H. Ucapan terima kasih dan jazakumulloh khoiron katsiro kami haturkan kepada segenap para donatur yang berpartisipasi.

BaitulMal FKAM Ponorogo

Jl. Mangga no 82 rt.03/rw.02 Keniten Ponorogo

Telp. 085235963903

Pesantren Kilat FKAM Kendal

Kendal (FKAM) Dalam rangka meyambut Bulan Ramadhan 1946 dan mengisi liburan sekolah, FKAM cabang Kendal mengadakan pesantren Ramadhan untuk anak-anak SD sampai SMP  yang bertempat di kantor BaitulMal FKAM Kendal. Pesantren Ramadhan diadakan selama 10 hari yang dimulai pukul 08.00 pagi sampai jam 12.30 WIB. Dengan materi Aqidah, tahsin, tahfidz, ibadah amaliyah dan hafalan hadits.

pesantren kilat fkam kendal

pesantren kilat fkam kendal

pesantren kilat fkam kendal

pesantren kilat fkam kendal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Besar harapan dengan diadakanya Pesantren Ramadhan bisa mencetak generasi yang sholih dan sholihah dan menanamkan nilai-nilai Islam pada mereka.

Jazakumulloh khoiron katsiron juga kami ucapkan kepada asatidz dan santriwan dari ponpes Darul Arqom Patean Kendal yang sudah bekerjasama mensukseskan acara ini.

PRODIN FKAM 2016 : Bulukumba Menyapa

Perjalanan dakwah memang tak selalu mudah. Ini kisah keberangkatan saya menuju medan dakwah di Bulukumba, Abu Abdillah melaporkan.

Ditugaskan untuk berangkat ke Bulukumba dalam program PRODIN FKAM 2016 ini, saya berangkat dari airport Adisucipto bersama saudara seperjuangan di AAQ, Andrean Fahrudin yang bertugas di Enrekang, Sulawesi Selatan. Tiba di airport Hasanuddin Makassar sekitar pukul 20.50. Di situlah saya berpisah dengan saudara saya. Dia masih menginap di kota Makassar sebelum esoknya melanjutkan ke Enrekang, sedangkan saya langsung dijemput oleh mobil yang akan mengantarkan ke Bulukumba.

PRODIN FKAM BULUKUMBA

PRODIN FKAM BULUKUMBA

Pak Hamsa namanya, orang yang menjemput saya di airport. Kami keluar dari kota Makassar sekitar pukul 10 malam. Sembari bercerita, beliau mengatakan pernah tinggal juga di Balikpapan tahun 80-an, kota asal saya. Saya mendengarkan cerita beliau sambil terkantuk-kantuk. Lelah dan dingin yang saya rasakan ketika itu menyebabkan mata terasa amat berat. Tiba-tiba mobil berhenti.

Pak Hamsa menyampaikan kalau dia tidak bisa mengantar sampai Bulukumba, tapi beliau akan mencarikan mobil yang menuju ke sana. Jam menunjukkan pukul 12 ketika saya sampai ke tempat menunggu mobil. Kaget ketika berhenti tadi ternyata berakibat cukup parah. Saya tidak lagi bisa memejamkan mata ketika menunggu mobil. Terlebih, kepala terasa pusing dan berat tapi tak bisa tidur. Penantian berakhir pukul 2 dini hari. Mobil yang menuju Bulukumba datang, mobilnya seperti Avanza atau Xenia, saya tak sempat memperhatikan karena begitu lelahnya.

Ketika masuk ke dalam saya dikagetkan dengan jumlah penumpang yang ada. Mobil ukuran Avanza itu diisi 10 orang penumpang. Bisa dibayangkan bagaimana susahnya hanya untuk duduk pun. MasyaAllah, sungguh luar biasa pengalaman keberangkatan ini. Saya mendapat tempat duduk di pojok belakang, kebetulan penumpang yang duduk di belakang adalah perokok, lengkap sudah cobaan yang saya alami. Hehe.

Konon, angkutan semacam ini memang sudah lazim di Sulawesi Selatan. Semacam mobil pribadi, tapi digunakan untuk menangkut penumpang dengan trayek antar kota.

Sekitar pukul 6 sampailah saya di depan Stadion Kabupaten Bulukumba. Di sana sudah menanti Pak Haris, orang yang mengajukan permintaan dai di Bulukumba ini. Dikemudian hari banyak hal yang beliau lakukan untuk mendukung kelancaran dakwah saya di sini. Beliau pun mengantarkan saya ke Masjid Al-Mi’raj tempat saya bertugas nantinya. Masjid yang terletak di Jalan Poros Bocco Boccoe Dusun Paenre Lompoe Kec. Gantarang Kab. Bulukumba Sulsel.

Ada pengalaman menarik yang saya alami di hari pertama saya bertugas. Tepat sehari sebelum Ramadhan masuk. Tunggu kelanjutan kisahnya di laporan selanjutnya. Langsung dari Masjid Al-Mi’raj, Bulukumba.

PRODIN FKAM 2016 : Perjalanan Dakwah Menembus Halmahera.

Saya Rhofiq Faizin, salah seorang dai yang ditugaskan dalam PRODIN FKAM 2016. Kisah ini mungkin akan sedikit panjang. Karena saya mengumpulkannya hingga bisa mendapatkan sinyal, baru kemudian mengirimkan untuk bisa dibaca oleh khalayak luas.

Tak terbesit sebelumnya bisa menginjakkan kaki di bumi Halmahera, Maluku Utara. Daerah rawan kristenisasi dan Syiahisasi. Wilayah yang jauh dari keramaian dan kemegahan Ibukota. Infrastruktur yang belum memadai jauh dari arti kemewahan duniawi. Listrik seringkali padam, sinyal ponsel yang tiba-tiba menghilang. Kesadaran akan pendidikan masih lemah. Minuman keras merajalela di tengah masyarakat. Disinilah peranan seorang Da’i dan guru diperlukan.

prodin fkam halmahera

Halmahera, tercatat dalam sejarah Indonesia sebagai daerah konflik antar agama. Saling angkat senjata dan saling bunuh-membunuh. Antara Acang dan Obet. Dua kubu yang dulu sempat hidup berdampingan akhirnya harus berpisah. Sejak itulah muncul istilah orang sebelah. Harapannya konflik yang pernah terjadi tidak terulang kembali.

Halmahera, Banyak misteri, dari keberadaan Suku Togutil, Suku Lingon bermata biru dan adat istiadat Cukaiba sang pengusir setan, keindahan alamnya yang begitu eksotis. Pulau Maitara dan Tidore yang menjadi ikon mata uang seribu bersebelahan dengan Halmahera.

Perjalanan dimulai dari Ibukota Jakarta, transit di Manado, kemudian ke Ternate. Pertama kali saya mengira bahwa saya satu-satunya yang dikirim ke Halmahera. Namun ketika transit di Manado bertemu dengan tiga kawan lama yang bertujuan sama yaitu berdakwah di pelosok Halmahera.

Tiba di Ternate, saya teringat salah satu kesultanan Islam yang memasuki masa keemasan pada masa Sultan Baabullah dengan wilayah mencapai Filipina. Di Ternate saya dijemput dan disambut oleh seorang tokoh muslim yang disegani bernama Bapak H Ridwan. Seorang rektor, dosen dan juga salah satu pendiri Ponpes Islam Salman Al Farisi. Beliau berperawakan sederhana, tawadhu’ meski sudah berumur tak menyurutkan langkah untuk tetap berdakwah. Yang membuat terharu adalah ketika beliau menjadi Imam tak disangka beliau menangis. Betapa lembutnya hati beliau, hingga ketika membaca Kalamullah hatinya tersentuh dan menitikkan air mata.

prodin fkam halmahera

Menginap satu malam di Ternate, saya dan tiga kawan lama tadi melanjutkan perjalanan ke Halmahera pada esok harinya. Menggunakan speedboat berangkat menyebrang melewati laut yang begitu jernih airnya dengan pemandangan pulau Tidore yang begitu indah. Sesampai di pelabuhan Sofifi salah satu dari kami berangkat ke Malifut untuk berdakwah di sana. Malifut adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Sedangkan kami bertiga bertolak ke Ponpes Islam Salman Al Farisi. Pondok pesantren yang mengajarkan Islam, berperan sebagai warosatul ambiya’ (pewaris para nabi) di Halmahera.

Ponpes Islam Salman Al Farisi terletak di Desa Wairoro Indah, Weda, Halmahera Tengah, Maluku Utara. Ponpes islam yang memiliki Visi “Membentuk generasi Muslim yang berilmu, bertakwa, berbudi mulia dan berkepribadian tinggi, menghayati, menjiwai, dan mengamalkan ajaran Islam secara murni dan menyeluruh” ini telah memiliki 160 santriwan dan santriwati dari tingkat MTs dan Aliyah.

Ponpes Islam yg didirikan pada tahun 2007 ini berjarak 110 Km dari pelabuhan Ibukota Maluku Utara Sofifi. Untuk menuju kesana saya harus menempuh perjalan jauh melewati hutan belantara. Listrik hanya ada pada malam hari, sinyal ponsel hanya ada mulai pukul 09.00 WIT sampai pukul 22.00 WIT. Itupun tidak bisa digunakan untuk Internet hanya untuk telfon dan sms. Sangat jauh dibanding kondisi kehidupan saya sebelumnya di pulau Jawa.

Yang luar biasa, segala keterbatasan tadi tidak melemahkan semangat para santriwan dan santriwati untuk terus belajar ilmu agama yang mulia ini. Para Asatidzah yang terdiri dari tujuh Ustadz dan tujuh Ustadzah dengan penuh keikhlasan dan kesabaran mengajarkan mereka makna sesungguhnya kehidupan ini. Para Asatidzah yang kebanyakan asli Jawa adalah lulusan pesantren yang ada di Boyolali. Mereka meninggalkan kemapanan hidup di Jawa untuk berjuang merintis Pondok pesantren di pelosok Halmahera. Mengharap materi? Tidak mungkin. Setelah melihat kondisi di sini, saya sadar mereka hanya mengharapkan ridho Illahi.

prodin fkam halmahera
Satu hari satu malam berbaur dengan warga pesantren yang begitu ramah. Bahasa Indonesia berlogat khas Maluku yang membuat suasana berbeda. Alunan ayat-ayat suci bergema dari suara santriwan dan santriwati yang sedang melaksanakan ujian Tahfidz. Sangat indah dan begitu menyejukkan Qolbu.

Melihat begitu semangat luar biasa para santriwan dan santriwati dalam menuntut ilmu ditengah keterbatasan. Suasana ini yang kemudian membuat saya mengambil keputusan, menambah satu bulan lagi masa tinggal di sini. Saya ingin berbagi cara menggalang dana ummat untuk mendukung sarana prasarana yang menunjang proses belajar mengajar. Semoga kedepannya Ponpes Salman Al Farisi bisa lebih maju lagi dalam sarana dan prasarana, agar para santri pun menjadi lebih bersemangat. Akhirnya terlahir lah banyak para Ulama dan Da’i yang menyeru dalam kebaikan di bumi Halmahera dan Maluku ini.

prodin fkam halmahera

Setelah sehari semalam transit, akhirnya kami bertiga disebar untuk melaksanakan misi mulia. Satu ke Banemo, satu tetap di Wairoro, dan saya sendiri ke Weda.

Banemo adalah sebuah desa yang berada di pesisir pantai, Patani Barat, Halmahera tengah, Maluku Utara, dan sekarang terbagi menjadi tiga desa pemekaran yaitu: Desa Bobane Indah, Banemo (desa induk) dan Bobane Jaya. Banemo menyimpan berbagai sejarah mulai dari masuknya agama islam di pesisir Halmahera sampai pemberontakan PERMESTA. Wairoro adalah desa dimana Ponpes Salman Al Farisi berada, pagi dan siang hari mengajar di Ponpes, malam Berdakwah di tengah-tengah masyarakat sekitar Ponpes.

Sedangkan Weda adalah tempat yang saat ini menjadi wilayah dakwah saya. Bagaimana gambaran umum Weda, tantangan dakwah, kegiatan dakwah yang ada dll. Nantikan pada kisah selanjutnya.
_________________________________________________________________

Di momen penuh berkah ini kami ingin mengajak muhsinin sekalian untuk bersama-sama berbagi dan berebut fadhilah Ramadhan.
Salurkan zakat, infaq, sedekah, wakaf dan hibah anda untuk Program Dakwah Islam Indonesia (PRODIN) FKAM.
Bank Syariah Mandiri No Rek. 7083865878 a.n. Yayasan BaitulMal FKAM.
Untuk mempermudah penyaluran agar tidak tercampur dengan program lain, mohon menambahkan nominal Rp.400 (empat ratus rupiah).
Konfirmasi Bukti Transfer ke 0857-2516-7000
(contoh : Abdullah_Jakarta_Rp. 1.000.400_PRODIN).

Kami mengucapkan jazakumullah khoiron bagi para donatur yang ikut berpartisipasi dalam program ini, silahkan di share ke kerabat dan teman. Semoga jadi ladang pahala di bulan yang penuh berkah ini. Aamiin

BuBer Yatim dan Dhuafa

KUDUS (BMFKAM)  Alhamdulillah dengan berkah rahmat Allah,  BM FKAM Cabang Kudus bekerjasama dengan Good Job Community (Komunitas  Sosial Alumni BEM FE UMK), pada tanggal 28 Juni 2015. Mengadakan acara Buka bersama sekaligus santunan  anak yatim dan dhuafa  yang bertempat di RM Dunak Iwak Pitik,Daerah Jati kulon. Pada tahun yang lalu, kami juga bekerja sama dengan komunitas Alumni BEM FE UMK, juga mengadakan agenda serupa. Acara buka bersama dihadiri 20 anak yatim dan 12 dhuafa.

baitulmalfkamkudus baitulmalfkamkudus

 

 

 

 

 

 

 

 

Alhamdulillah atas ijin Allah kami bisa menyelenggarakan program ini kembali.Semoga Allah senantiasa memberi kemudahan dan kelapangan bagi para donatur kami. Aminn.

Program Dakwah Islam Indonesia Ramadhan 1437

Ramadhan 1437 H ini Program Dakwah Islam Indonesia kembali diselenggarakan. Kali ini FKAM mengirimkan 31 Dai untuk berdakwah hingga ke pelosok nusantara. Sebagian besar dai yang dikirimkan juga merupakan Mahasantri di Akademi Al-Qur’an FKAM (AAQ FKAM), Mahasantri LIPIA dan da’i senior FKAM.

3 orang dai dikirimkan ke Pulau Sulawesi tepatnya di wilayah Enrekang, Bulukumba dan Malino. 3 dai lainnya dikirimkan ke Papua bekerjasama dengan AFKN ke wilayah Fakfak dan Raja Ampat. 1 Dai bertugas di Pulau Maluku, di Halmahera tepatnya. 5 dai lainnya bertugas di Pulau Kalimantan. Sedangkan sisanya tersebar di 4 Provinsi di Pulau Jawa.

Penasaran dengan kisah dakwah mereka di berbagai daerah tersebut? Pantau perkembangan dakwah mereka di sini. Dakwah di Pulau mana yang paling dinanti updatenya?

****

Di momen penuh berkah ini kami ingin mengajak muhsinin sekalian untuk bersama-sama berbagi dan berebut fadhilah Ramadhan.

Salurkan zakat, infaq, sedekah, wakaf dan hibah anda untuk Program Dakwah Islam Nusantara FKAM.
Bank Syariah Mandiri No rek. 7083865878 a.n. Yayasan BaitulMal FKAM.
Untuk mempermudah penyaluran agar tidak tercampur dengan program lain, mohon menambahkan nominal Rp.400 (empat ratus rupiah). Konfirmasi transfer 0857-2516-7000 (contoh : Abdullah_Jakarta_Rp. 1.000.400_PRODIN).

Kami mengucapkan jazakumullah khoiron bagi para donatur yang ikut berpartisipasi dalam program ini, silahkan di share ke kerabat dan teman. Semoga jadi ladang pahala di bulan yang penuh berkah ini.Aamiin

Penyaluran Fasilitas Masjid Dan Musholla

Brebes (BM FKAM) Alhamdulillah, Ramadhan 1436 H, BaitulMal FKAM menyalurkan fasilitas dakwah dan pembangunan sarana ibadah ke Da’i, Masjid dan Musholla.

Acara dimulai dengan pentasharufan program Pembangunan sarana ibadah ke Masjid Jami Assa’ied Pejagan, serta pemberian wakaf Buku Kultum Ramadhan FKAM. Respon dan sambutan yang hangat langsung disampaikan oleh pengurus Bpk. M. Arief Budiman, “jazakumullah ya mas.. mudah-mudahan yayasan njenengan tambah maju dan bisa melayani masyarakat dengan baik,” sambil ia melantunkan doa kepada kita semua. di samping itu pula kita road show memberikan buku panduan kultum Ramadhan kepada Da’i, masjid dan musholla di sekitar Brebes, serta memberikan fasilitas berupa Papan Mading.

baitulmal fkam brebes baitulmal fkam brebes

 

 

 

 

 

 

 

 

Kami atas nama Kepala Cabang BaitulMal FKAM Brebes mengucapkan jazaakmullah khaera jazaa kepada seluruh donatur BaitulMal FKAM, serta donatur yang telah membeli Buku Kultum Ramadhan, kemudian ia wakafkan ke seluruh masjid dan musholla di sekitar brebes, mudah-mudahan amal ini akan memudahkan kita dalam meniti shirotnya Allah. Amiin. (NK)

BaitulMal FKAM Brebes:

Alamat Kantor : Jl. KH. Akhmad Dahlan No. 21 Rt. 02/06 Pasarbatang Brebes, Depan Musholla Darussalam.

CP: 085742794703

 

 

Kerja Bareng BAZNAS

Bantul (FKAM) Selasa, 9 Juni 2015 dalam rangkan menyambut bulan suci Ramadhan, di komplek Masjid Jamasba Bantul, diselenggarakan kegiatan santunan untuk kaum dhuafa..

Kegiatan dengan tema Santunan Dhuafa Menyambut Ramadhan Bersama Baznas dan Kemuslimahan Jamasba ini memiliki rangkaian acara, di antaranya demo masak, pengajian yang dipimpin oleh Ustad Jarot, dan pembagian santunan berupa sembako dan jilbab kepada saudara kita yang dhuafa.

baitulmal fkam bantul baitulmal fkam bantul

Acara ini dihadiri oleh 280 kaum dhuafa yang ada di Kabupaten Bantul, dan disponsori oleh Baznas Bantul, Kemuslimahan Jamasba, BM FKAM Bantul, serta Bapak Bambang selaku donatur dan pemilik Jilbab Mart. Acara ini berlangsung selama tiga jam yang dimulai bakda sholat dzuhur, kegiatan ini dihiasi suasana penuh suka cita dan keharuan berbaur dengan saudara-saudara kita yang kurang mampu.

Semoga acara ini bisa terlaksana lagi, agar semakin banyak saudara kita yang terbantu. Aamiin.